BANGKALAN, koranmadura.com – Setelah Kabupaten Sumenep menerapkan sekolah penggerak pada tahun 2020 kemaren, kini Bangkalan, Madura, Jawa Timur, juga terpilih untuk ikut berpartisipasi dalam program pemerintah pusat tersebut.
Di Jawa Timur ada 11 kabupaten dan kota terpilih ikut sekolah penggerak, salah satunya di Kota Salak. Tujuan program tersebut, untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Bambang Budi Mustika menuturkan, untuk mewujudkan sekolah penggerak dimulai dari kepala sekolah (Kepsek). Kepsek mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus ikut seleksi Kepsek.
Salah satu syarat bagi Kepsek agar bisa ikut seleksi yaitu umur tidak melebihi 56 tahun. Setelah itu, maka bisa dilanjutkan kepada guru untuk mengikuti seleksi juga. Dengan begitu, diharapkan dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Proses pelaksanaan tak dipungut biaya.
“Yang mendekati pensiun tidak bisa ikut. PAUD sekitar 700, SD ada sekitar 560 sekolah dan SMP perkiraan 50 sekolah,” jelas dia, Senin 30 Agustus 2021.
Dalam mewujudkan program sekolah penggerak, dilanjutkan oleb Bambang, sapaan akrabnya dia, selama tiga tahu ke depan ini tidak akan ada mutasi bagi Kepsek, pengawas, fasilitator dan guru. Hal itu sudah menjadi kesepakatan dengan Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemndikbud).
“Langkah ini untuk mewujudkan siswa yang pancasila,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)