BANGKALAN, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Madura telah menambah tim vaksinator. Awalnya hanya 70 tim, ditambah lagi 138 tim yang diterjunkan ke desa. Totalnya 208 tim. Tujuannya, untuk meningkatkan capaian vaksinasi yang masih rendah.
Diketahui, per tanggal 26 September 2021 capaian vaksinasi dosis pertama masih mencapai 9,1 persen, dan dosis kedua sekitar 21 persen dari total target 825.180 warga Bangkalan. Hal itu masih menduduki peringkat ke 35 di Jawa Timur.
Kepala Dinkes Kabupaten Bangkalan, Sudiyo menyampaikan, capaian vaksinasi masih jauh dari harapan yang ditentukan pemerintah pusat. Walaupun setiap Fasilitas Kesehatan (Faskes) sudah ditargetkan jumlah yang cukup banyak, namun belum membuahkan hasil.
“Setiap Faskes di setiap kecamatan ditarget 300 sasaran. Kemudian realisasi kurang mengembirakan, walaupun teman-teman sudah jungkir balik,” kata dia, Kamis, 30 September 2021.
Dijelaskan oleh Sudiyo, pihaknya saat ini menggunakan formulasi baru dengan penambahan vaksinator baru. Sebanyak 138 tim itu ditugaskan terjun ke lapangan. Setiap satu tim menyasar 2 desa. Target per hari, minimal 20 warga Bangkalan ikut vaksin.
“Mereka ke desa menawarkan vaksinasi. Jadi kita jemput bola ke bawah,” kata dia.
Mantan Kepala Puskesmas (Kapus) Blega membeberkan, setiap tim yang terjun ke desa ada 3 – 4 orang. Sementara tim induk yang diletakkan di tempat pelayanan kesehatan ada 10 orang. Diharapkan, dengan cara baru tersebut dapat meningkatkan capain vaksinasi.
“Sebenarnya hari ini terkahir target dari pemerintah pusat, tapi tidak mungkin berhasil. Namun kita tetap bekerja agar bisa membentuk herd immunity,” ucap dia.
Sementara stok vaksin di Kota Dzikir dan Shalawat masih melimpah. Dia pastikan tidak akan kekurangan. Tercatat, ketersediaan vaksin sebanyak 304.000 jenis sinovac, lalu ada tambahan lagi 212.000. Setiap tim yang terjun ke desa sebagian sudah mengambil.
“Jika masih kurang untuk tim yang ada di desa bisa ambil lagi,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)