SUMENEP, koranmadura.com – Hujan yang melanda Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dipastikan berdampak bagi petani tembakau. Banyak petani daun emas yang mulai resah dan was-was dengan turunnya hujan, khawatir harga anjlok.
Farid Azziyadi, salah satu aktivis pertanian meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep untuk bersikap agar petani tidak merugi. “Bupati dan Dinas terkait harus memberi penekanan pada pihak pabrikan,” katanya.
Salah satunya kata dia Dinas Perindustrian dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan harus bisa menjembatani petani kepada pihak pabrikan. Dimana tembakau milik petani harus dibeli sesuai kualitas tembakau itu sendiri.
Apalagi lanjut Farid, saat ini banyak tembakau milik petani yang belum dipanen. “Penekanannya tembakau milik petani harus dibeli semua,” jelas dia.
Senada dikatakan oleh Ketua Asosiasi Petani Indonesia (APTI) Sumenep, Rubaki. Menurutnya, pihak pabrikan harus melakukan pembelian dalam kondisi apapun. “Kami menekan pihak gudang (perwakilan pabrikan) untuk membeli kalau cuaca bagus lagi,” jelas dia.
Bahkan pihaknya mengaku telah menjalin komonikasi dengan pengurus APTI di Kabupaten Pamekasan. Hasil koordinasi, pihak perwakilan pabrik menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pembelian tembakau milik petani.
Tidak hanya itu, Rubaki juga menekankan perubahan cuaca tersebut tidak merubah patokan harga. Apabila kualitas bagus, maka dibandrol dengan harga sesuai dengan standarisasi harga yang berlaku.
Apalagi sambung Rubaki, hasil tembakau Madura termasuk di Sumenep tidak hanya dibutuhkan oleh pihak perusahaan rokok yang ada di Pulau Madura, melainkan juga dibeli oleh perusahaan yang ada di luar pulau madura. “Kalau kualitasnya bagus, tolong (tembakau petani) dibeli dengan bagus (mahal) juga,” jelas dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Arif Firmanto belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui sambungan teleponnya tidak menjawab. (JUNAIDI/ROS/VEM)