SUMENEP, koranmadura.com – Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK Provinsi Jawa Timur.
Acara yang dilaksanakan secara luring dan daring tersebut berlangsung di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu, 31 Oktober 2021. Acara tersebut bertepatan dengan Hari Jadi ke-752 Sumenep.
Dalam kesempatan tersebut, ada tiga hal penting yang disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jawa Timur itu. Pertama bekaitan dengan kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana.
“Ini sudah memasuki musim penghujan. Tolong gotong royong kita terus ditingkatkan. Seluruh elemen, ayo, gotong royong cek lingkungan kita masing-masing, cek sungai-sungai terdekat kita,” ujarnya.
Jika melihat ada tumpukan sampah di sungai atau terjadi pendangkalan sungai, menurut Khofifah hal itu harus segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya mitigasi.
“Ayo kita maksimalkan mitigasi kemungkinan terjadinya La Nina dan intensitas hujan yang menurut BMKG bisa mengalami meningkatan,” paparnya.
Kedua, mantan Menteri Sosial RI di Era Presiden Jokowi ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus bergotong royong meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19.
“Kemudian yang ketiga, mari kita bergotong royong untuk bisa mengentaskan kemiskinan ekstrem. Yang dijadikan ujicoba kebetulan tujuh provinsi. Salah satunya adalah Jawa Timur. Seluruh provinsi yang jadi ujicoba, diambil lah lima kabupaten. Masing-masing lima kabupaten, lima kecamatan. Masing-masing kecamatan lima desa. Di Jawa Timur, salah satu kabupaten yang jadi ujicoba adalah Sumenep. Jadi, ayo, bersama-sama kita bergotong royong mengentaskan kemiskinan ekstrem,” urai Khofifah.
“Itu tiga hal yang kami jadikan fokus pada upaya membangun kegotong-royongan pada BBGM kali ini. Supaya bisa sukses, ayo, bareng-bareng kita lakukan apa yang bisa kita lakukan sebaik mungkin di sekitar kita masing-masing,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)