BANGKALAN, koranmadura.com – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H. Syafiuddin Asmoro mengusulkan program pelebaran jalan raya nasional di Pulau Madura. Hal itu, guna mengurangi terjadinya kemacetan bagi para pengendara.
Menurutnya, Madura punya tradisi “turun naik” pada lebaran idul fitri dan adha, tentunya tak sedikit pemudik pulang kampung hingga menyebabkan kemacetan. Selain itu, menghadapi Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Gerbang Kertasusila.
“Jadi untuk menghidari kemacetan di hari-hari tertentu, dan menghadapi program percepatan pembangunan di Madura, harus perbaiki jalan dulu. Karena sudah mendesak,” ulas dia, Senin 25 Oktober 2021.
Dijelaskan Bah Syafi, sapaan akrab dia, pelebaran jalan juga sebagai stimulus bagi inventor yang ingin menanamkan modal di Pulau Madura. Karena melihat dari pola pembiayaan percepatan pembangunan kawasan Gerbang Kertasusila, sebanyak 85 persen dari investor.
“Perjalan dari Bangkalan ke Sumenep butuh 5 jam. Lalu siapa yang tertarik mau investasi ke Madura jika infrastruktur belum diperbaiki,” kata dia.
Kata dia, rencana pelebaran jalan raya mulai dari Kabupaten Bangkalan hingga Sumenep diperkirakan menelan anggaran Rp 300 miliar. Namun, untuk panjang dan lebar jalan yang akan diperbaiki, masih menunggu penghitungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Tahun 2022 harus telaksana, saya akan kawal di pemerintah pusat. Saya tidak mau di PHP (Pemberi Harapan Palsu),” ucap dia.
Dengan jargon “Song-Osong Lombhung”, Bah Syafi berharap kepada masyarakat Madura, agar menjaga stabilitas keamanan dan citra baik di Pulau Madura. Agar pemerintah pusat dan pihak swasta tidak mundur lagi untuk gelontorkan dana pembangunan Pulau Garam.
“Jika ada berita yang buruk, saya minta dikemas dengan halus. Tapi jika ada berita baik mari kita sebarkan. Ini demi kebaikan Madura,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)