SAMPANG, koranmadura.com – Pelaku pembacokan terhadap seorang pemuda di Desa Paopale Daya, Kecamatan Ketapang, Madura, Jawa Timur, kini sudah diamankan polisi, Sabtu dini hari, 9 Oktober 2021.
Kasubbag Polres Sampang, Iptu Sunarno menyatakan, peristiwa pembacokan yang terjadi di Dusun Katempah, Desa Paopale Daya, Kecamatan Ketapang, kini pelakunya sudah diamankan oleh tim Resmob Sat Reskrim dan unit Reskrim Polsek Ketapang sekitar pukul 02.00 wib, dini hari. Pelaku penganiayaan berat yaitu diketahui bernama Rian Susanto (25), warga Desa Paopale Daya.
“Kami amankan pelaku Sabtu dini hari di rumahnya, karena pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan berat terhadap korban Rian (23) warga asal Tagah, Kecamatan Banyuates, menggunakan sajam jenis pisau,” katanya, Sabtu, 9 Oktober 2021.
Iptu Sunarno menceritakan, peristiwa pembacokan bermula sewaktu Ahmad (adik pelaku) bersama dengan Maisaroh dan korban yang sedang berada di tempat wisata pantai Lon Malang, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, sekitar pukul 15.30 wib, Kamis Sore, 7 Oktober 2021. Kemudian, Maisaroh, meminta korban mengambil fotonya serta pula mengambil foto Dania, istri Ahmad yang tidak lain adik pelaku.
“Usai difoto oleh korban, tiba-tiba korban dipukuli oleh Ahmad adik pelaku karena merasa cemburu. Nah setelah itu, korban diajak Ahmad ke rumahnya. Ahmad saat itu memboncengi istrinya, sedangkan korban berboncengan dengan Maisaroh,” ceritanya.
Setelah tiba di Tempat kejadian perkara, Iptu Sunarno kembali menceritakan, korban yang bersama Maisaroh setiba di rumah Ahmad kemudian turun dari sepedanya. Namun tiba-tiba pelaku Rian Susanto langsung memukul korban Rian. Sedangkan Ahmad memegangi korban dari belakang.
“Setelah terlibat perkelahian, pelaku selanjutnya menusuk korban dengan pisau hingga korban terjatuh. Sesaat itu pula peristiwa itu mengundang perhatian warga. Warga pun berdatangan ke lokasi. Karena sudah mulai ramai dengan warga, pelaku melarikan diri dan korban sempat ditolong warga dibawa ke RSU Ketapang untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.
Sedangkan motif peristiwa pembacokan tersebut karena ada kecemburuan, sehingga pelaku nekat melakukan tindak pidana penganiayaa berat dengan menusuk korban dengan sebilah pisau yang saat ini pula diamankan sebagai barang bukti.
“Motifnya karena cemburu. Saat ini pelaku ditangani lebih lanjut,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)