SUMENEP, koranmadura.com – Setelah sempat tertunda, pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dijadwal pada 25 November mendatang.
Jelang pemungutan suara, Pemkab Sumenep dengan melibatkan para calon kepala desa, baik langsung maupun mengikuti secara virtual, menggelar deklarasi damai.
Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, itu berlangsung di ruang rapat Arya Wiraraja kantor Pemkab setempat, Kamis, 18 November 2021.
Dalam sambutannya Bupati Fauzi menyampaikan tujuan dilaksanakannya deklarasi damai tersebut. Di antanya ialah untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Sumenep.
Menurut dia, seluruh pihak, khusus di 86 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak, harus sama-sama punya komitmen untuk menjaga kondusifitas daerah.
“Dalam pilkades, pasti ada yang kalah, dan ada yang menang. Oleh karena itu, seluruh calon harus sama-sama siap menang dan siap kalah,” ujar suami Nia Kurnia Fauzi.
Lebih dari itu, menurutnya sebanyak 251 calon kepala desa yang bakal ‘bertarung’ dalam pesta demokrasi di tingkat desa juga harus mengedukasi para pendukungnya masing-masing, agar bisa menerima apapun hasil dari pilkades serentak 25 November mendatang.
“Intinya, saya tidak ingin kompetisi antarcalon kepala desa sampai mengorbankan tali persaudaraan. Untuk itu, siapa pun nantinya yang menang, jangan berlebihan, dan yang kalah harus legowo,” tegas Bupati Fauzi.
Selebihnya, ia mengingatkan kepada seluruh pihak agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Dan yang tak kalah penting, panitia pilkades harus profesional, harus betul-betul netral agar pilkades berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)