SUMENEP, koranmadura.com – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas (migas) yang beroperasi di Selat Madura, bersiap melakukan pengembangan lapangan MDA-MBH.
Bahkan lapangan MDA-MBH ini sudah memasuki persiapan produksi yang rencananya akan berlangsung pada semester ke-2 Tahun 2022 mendatang.
Sebagai bagian dari persiapan itu, HCML baru-baru ini melakukan kegiatan sosialisasi lanjutan pengembangan Lapangan MDA-MBH di kantor Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Jumat, 13 November 2021, lalu.
“Dalam sosialisasi tersebut, HCML bertujuan agar dapat menjadi tetangga yang baik di masa produksi kelak, berkembang bersama masyarakat Pulau Raas melalui komunikasi yang baik,” terang Relations Specialist HCML, Ali Aliyuddin, Senin, 15 November 2021.
Menurutnya, setelah memiliki izin HCML akan melakukan produksi dikaitkan dengan kebutuhan energi yang menjadi target produksi migas nasional.
Sementara itu, Camat Raas, N. Habibie R.Z. mendukung kegiatan HCML namun harus bisa memberikan yang terbaik bagi warga Pulau/Kecamatan Raas, dan masyarakat Sumenep secara umum.
“Kami mewakili masyarakat menginginkan yang terbaik bagi penduduk di kepulauan ini yang merupakan kawasan ring satu,” tegasnya.
Selain itu, ia berharap ke depan HCML juga berperan aktif dalam hal pengembangan ekonomi, kesehatan dan pendidikan warga kepulauan, khususnya di Kecamatan Raas.
“Semoga apa yang menjadi harapan warga semoga bisa dipenuhi oleh pihak HCML,” tambah dia.
Sekadar diketahui, sebelumnya HCMl juga sudah melakukan sosialisasi mengenai hal yang sama di Pulau Sapudi, Selasa, 26 Oktober 2021 lalu.
Sosialisasi saat itu dihadiri oleh Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, Staf Humas SKK Migas Jabanusa, Yustian Hakiki, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gayam, Herdi Risman, perwakilan dari unsur-unsur pemerintahan setempat dan masyarakat lokal.
Herdi Risman menyampaikan eksploitasi energi di wilayah Gayam/Sapudi harus mampu membawa dampak positif untuk masyarakat lokal. “Masyarakat Sapudi damai, aman dan ingin membangun daerahnya,” tegasnya.
Hamim Tohari menjelaskan, lokasi operasi HCML sebenarnya berada di bekas daerah latihan kapal selam TNI AL. Namun demi kepentingan negara, HCML diizinkan beroperasi di titik tersebut.
“Tahun 2017 HCML pernah melakukan sosialisasi, namun terhenti sejenak. Sebagai bentuk rasa hormat kami terhadap masyarakat, maka kami mengadakan sosialisasi lanjutan tahun 2021 ini,” ujarnya.
Hamim menambahkan, pada November 2021 ini HCML akan melakukan kegiatan pemboran. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena kegiatan kapal pemboran ini diam ditempat, tidak seperti kapal eksplorasi yang bergerak.
“Jika lancar, insya Allah akan ada kegiatan eksploitasi antara Mei-Juni 2022,” paparnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)