SAMPANG, koranmadura.com – Niat bersihkan ranting pohon yang rimbun di area sekolah, Murdifin (45) warga Dusun Pandian, Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, meregang nyawa hingga bergelantungan usai disengat aliran listrik di atas pohon.
Kapolsek Camplong, AKP Budi Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa ada warga Desa Dharma Tanjung meninggal dunia di atas pohon usai disengat aliran listrik. Pihaknya menceritakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.30 wib. Awalnya Murdifin diajak oleh Mat Niri, selaku kebun sekolah di SDN Dharma Tanjung 1 untuk membersihkan atau memotong ranting pohon hujan pada pukul 07.00 wib, Senin, 22 November 2021, sehari sebelumnya.
“Kemarin keduanya membersihkan ranting pohon hujan di halaman sekolah. Sampai pukul 12.00 siang, keduanya berhenti karena kondisi mendung, sehingga dilanjutkan hari ini,” ceritanya kepada koranmadura.com, Selasa, 23 November 2021.
Lanjut AKP Budi Nugroho menyatakan, karena masih ada ranting di atas kabel yang belum dipotong, kemudian keduanya kembali membersihkan ranting pohon tersebut. Saat keduanya kembali ke lokasi sekitar pukul 07.30 wib, untuk membersihkan sisa-sisa ranting. Murdifin kala itu memanjat pohon untuk memotong ranting tersebut.
“Di atas pohon, Murdifin berhasil memotong ranting, tapi nahas salah satu ranting tersangkut ke kabel dan menjadikan Murdifin tersengat listrik. Mat Niri yang berada di bawah menarik ranting itu yang sebelumnya sudah diikat tali. Setelah ranting ditarik ternyata Murdifin sudah tidak lagi bergerak. Mat Niri bersama warga kemudian menurunkannya,” katanya.
Lanjut pihaknya menyatakan, korban sempat dibawa ke Puskesmas Camplong untuk mendapatkan perawan medis dengan harapan bisa tertolong.
“Namun korban sudah tidak bernyawa lagi, korban mengalami luka bakar di bagian kaki kiri akibat sengatan listrik,” pungkasnya. Muhlis/ROZ/VEM