SAMPANG, koranmadura.com – Sebanyak 26 warga eks penganut syiah asal Kabupayen Sampang, Madura, Jawa Timur, yang tinggal di pengungsian Rusunawa Jemundo, Sidoarjo, direncanakan akan segera dipulangkan ke kampung halamannya.
Ketua Lakpesdam Sampang, Faisol Ramdhani membenarkan rencana pemulangan puluhan warga Sampang eks penganut syiah. Menurutnya, dari 88 warga Sampang eks penganut Syiah, ada sebanyak 26 orang direncanakan akan dipulangkan pada minggu ke-2 pada 2022 mendatang.
“Sebenarnya pada minggu pertama, awal tahun 2022 mendatang, cuma kemudian diundur pada minggu kedua 2022 yaitu sebanyak 26 orang akan dipulangkan ke kampung halamannya,” ujarnya kepada koranmadura.com, Kamis, 23 Desember 2021.
Selain itu, pihaknya menyampaikan, kepulangan puluhan warga eks penganut Syiah tidak lantas hanyan dipulangkan begitu saja, melainkan masih diperjuangkan untuk mendapat bantuan rumah yaitu seperti bantuan bagi penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tanpa memicu kecemburuan sosial, sebab sebagian warga eks penganut Syiah ada yang sudah membangun rumah secara mandiri di kampung halaman mereka.
“Selain dipulangkan, kami masih memperjuangkan soal tempat hunian mereka, dan kami juga menjaganya agar tidak terjadi kecemburuan sosial. Kemarin juga ada sebagian warga yang sudah bangun rumah sendiri, di Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, ada empat warga dan dua warga di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben. Yang bangun rumah mandiri ini dibantu saudara-saudaranya yang ada di perantauan,” paparnya.
Lanjut Humas Kemenag Sampang ini menyampaikan, warga yang sudah membangun rumah sendiri, menandakan warga setempat telah menerimanya rencana kepulangannya.
“Sudah aman, mereka sudah bisa bangun rumah ya berarti sudah aman, bahkan pembangunan rumah mereka ada sebagian sudah selesai,” jelasnya.
Ditanya mengenai adanya informasi sejumlah warga eks penganut Syiah atau yang sudah berikrar ke ajaran Aswaja di pengungsian yang masih memilih kembali ke ajaran Syiah lagi (Takiyah), Faisol Ramdhani menyatakan memang ada beberapa orang saja. Namun pihaknya mengaku belum mengetahui pasti detil jumlahnya. Muhlis/ROS/VEM