BANGKALAN, koranmadura.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bangunan baru rumah aman di Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota, pada Senin, 31 Januari 2022.
Langkah tersebut dilakukan, Komisi D DPRD Bangkalan ingin memastikan rumah aman yang dibangun pada tahun 2021, oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (DPRKP) bisa segera digunakan oleh Dinsos setempat.
Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan menyampaikan, dibangunnya rumah aman untuk korban kekerasan di Kota Salak ini bukan mengharap ada kasus tersebut terjadi. Namun, hal itu sebagai antisipasi untuk memberikan pembinaan terhadap korban.
“Kami berterimakasih terhadap dinas terkait atas pembangunan. Kami tidak mengharap banyak tidak aman, tapi semoga masyarakat tambah aman,” kata dia.
Pria fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menemukan, pembangunan tersebut masih ada beberapa kekurangan yang perlu dilengkapi. Seperti halnya perlengkapan, saluran drainase dan tempat parkir. Dia minta kekurangan itu dilanjutkan Dinsos.
“Perlengkapan sebagian sudah kami anggarkan. Kekurangan itu bukan tanggung jawab DPRKP, tapi Dinsos,” ucap dia.
Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta menyampaikan, pihaknya anggarkan Rp 180 juta untuk keperluan perlengkapan. Anggaran tersebut bukan untuk kebutuhan rumah aman. Namun sebagian akan diletakkan di kantor Dinsos.
“Seperti pengadaan AC, dan perlengkapan ruangan,” kata dia.
Dia menjelaskan, rumah aman diperuntukkan rehabilitasi korban kekerasan. Sementara anak jalanan (Anjal) belum bisa diletakkan di rumah rehabilitas. Sebab, hal itu bersangkutan terkait keselamatan korban. Petugas yang disiapkan sekitar 15 orang.
“Kita pisah antara korban kekerasan dan Anjal, karena bersangkutan dengan keselamatan. Soal petugas kita gunakan yang sudah ada,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)