BANGKALAN, koranmadura.com – Puluhan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Persatuan 06 Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, akhirnya bisa tersenyum sembringah. Sebab, mereka kini sudah tak lagi belajar di teras rumah warga dan kembali menempa pendidikan di tempat yang layak.
Hal itu terjadi karena Puskesmas Jaddih harus melakukan pelebaran lahan dan bangunan guna meningkatkan pelayanan sejak 2021 lalu. Selama, satu tahun sebanyak 45 siswa TK belajar di teras warga. Sembari itu, masyarakat setempat berupaya mencari sumbangan membangun gedung.
Namun kini, puluhan siswa TK itu sudah bisa belajar di gedung sekolah yang layak. Peresmian TK Dharma Wanita Persatuan 06 Jaddih, dihadiri beberapa pejabat penting, mulai dari Bupati Bangkalan, Ketua DPRD, Ketua Komisi D, Kajari, Kapolres, hingga Kadisdik setempat.
Ketua panitia pembangunan TK Dharma Wanita Persatuan 06 Jaddih, Ahmad Faisol menyampaikan sekolah TK berdiri sejak 1990 dan beroperasi di dekat Puskesmas Jaddih. Namun, karena lahan harus dipakai pelayanan kesehatan, terpaksa harus pindah.
“Pada 2021 ada renovasi Puskesmas, kita sempat melakukan rapat mencari solusi. Tapi belum ada solusi. Jadi terpaksa kita penggalangan dana untuk membangun TK,” kata dia, Rabu 26 Januari 2022.
Dia menjelaskan, pembangunan gedung TK hasil jerih payah warga setempat, serta dukungan dari pemerintah. Tercatat sekitar Rp 240 juta dana yang terkumpul. Uang tersebut digunakan mulai dari pembelian lahan tanah hingga pembangunan gedung.
“Untuk lahan menghabiskan 111 juta dan fisik sekitar 140 juta,” ulas dia.
Sementara Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron mengapresiasi upaya masyarakat setempat yang sudah gotong-royong membangun TK Dharma Wanita Persatuan 06 Jaddih. Menurut dia, tidak mudah meluangkan waktu membangun TK tersebut.
“Saya bangga kepada masyarakat Jaddih, dan kepada ketua pelaksana yang sudah gotong royong membangun TK sampai selesai,” kata dia.
Ra Latif, sapaan akrab Abdul Latif Amin Imron berencana akan memberikan bantuan berupa pemasangan paving di depan TK, agar para siswa bisa bermain dan belajar dengan nyaman. Diharapkan, dapatkan memberikan pendidikan yang lebih layak.
“Terkait bantuan paving kita lihat dulu. Kita sesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya. (MAHMUD/DIK)