KORANMADURA.com – Sebagian besar hewan di muka bumi sama dengan manusia. Ia pun melakukan perkawinan dengan pasangannya untuk menghasilkan keturunan. Namun yang berbeda, spesies hewan jenis Tawon memiliki keunikan dibanding dengan makhluk Tuhan lainnya.
Tawon dapat terbilang cukup ekstrem dibandingkan hewan lainnya. Pasalnya, tawon jantan akan mati setelah kawin dengan betinanya. Pada spesies tawon jaket kuning atau Vespula maculifrons yang biasa kita jumpai di kebun sekitar rumah, memiliki ratu yang akan memberikan keturunan bagi koloninya.
Dilansir dari Best Bee Brother, Kamis (7/10/2021) musim kawin tawon sosial seperti tawon jaket kuning terjadi sekitar bulan Juni sampai September, yaitu ketika sang ratu tawon mulai kehabisan sperma dari tawon jantan yang telah disimpan di sarangnya.
Oleh karena itu, ratu tawon memerlukan pejantan untuk dikawini. Menariknya, jenis tawon sosial dan tawon soliter atau penyendiri memiliki siklus perkawinan yang berbeda. Lantas, seperti apa perbedaan dari proses perkawinan keduanya?
Proses perkawinan tawon sosial Seperti dilansir dari Pets on Mom, Kamis (20/1/2022) sebagian besar spesies tawon sosial betina dan jantan akan kawin setahun sekali. Setelah bereproduksi, tawon betina akan berhibernasi di tanah atau di ruang tertutup. Sedangkan tawon jantan akan mati seusai proses tersebut berlangsung.
Kemudian, sekitar bulan Desember tawon betina yang telah dibuahi memulai koloninya dengan bertelur di dalam sarang yang tampak berlubang. Larva tersebut akan menetas dari telur lalu diberi makan oleh induknya.
Sementara, tawon pekerja dewasa akan datang 10 hari kemudian untuk merawat telur-telur baru. Di sisi lain, beberapa tawon pekerja betina tidak bisa memberikan keturunan, sehingga satu-satunya tujuan mereka hidup ialah untuk memberi makan anak tawon dan membantu ratunya.
Perkawinan tawon soliter Berbeda dengan jenis tawon sosial, semua tawon betina yang hidup menyendiri atau soliter lebih subur dan bisa menghasilkan keturunan. Tawon soliter betina biasanya bertelur di dekat sarang laba-laba atau serangga lainnya yang telah dibunuh sebelumnya. Induk tawon melakukan hal tersebut agar ketika larva berkembang, ia dapat menggunakan serangga tersebut sebagai bahan makanan.
Beberapa tawon soliter betina menjaga sarang mereka, sementara tawon lainnya akan meninggalkan mereka. Tawon soliter jantan dan betina mulai bereproduksi sekitar bulan Maret hingga Juni. Sama seperti tawon sosial, tawon jenis ini akan mati tak lama setelah kawin, sementara para betina tetap bertahan hidup.
Untuk diketahui, mayoritas tawon soliter baik jantan maupun betina akan hidup melalui musim dingin sebagai pupa. (KOMPAS.com)