PAMEKASAN, koranmadura.com – Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Dewan Energi Aspirasi Rakyat Jawa Timur (DEAR – Jatim) dan Pusat Kajian dan Pengaduan publik (PKPP) menolak Fattah Jasin menjadi wakil Bupati Pamekasan, Madura.
Penolakan tersebut, disampaikan kepada panitia Pemilihan (Panlih) saat aksi demontrasi di depan kantor DPRD setempat, Kamis, 27 Januari 2021.
Salah seorang korlap aksi, Faisol Dear menyebutkan, tidak layak orang yang gagal di pemilihan Bupati Sumenep tersebut menjadi wakil bupati. Sebab menurutnya, ia diduga kuat terlibat kasus dugaan korupsi APBD TA 2015- 20218, yang mentersangkaan ketua DPRD dan Bupati Tulungagung.
“Kami minta panlih tolak Fattah Jasin yang punya track record buruk, karena ini bisa mencederai masyarakat Pamekasan itu sendiri, tolak Fattah Jasin,” teriak Faisol.
Selain itu, dengan adanya pengusulan mantan Pj bupati Pamekasan itu menjadi calon pergantian antar waktu (PAW) wakil bupati, maka masyarakat Pamekasn dinilai krisis pemimpin di wilayahnya.
“Kami minta partai koalisi berbaur memilih wabup dengan kredibilitas dan integritas yang jelas, serta mengenyampingkan politis oligarki,” tegasnya.
Perwakilan Panlih DPRD Pamekasan, Hamdi mengatakan, pihaknya hanya menerima pendaftaran calon wakil bupati yang diajukan partai pengusung, tidak punya hak untuk menolak.
“Kalau saya sarankan kepada temen-temen yang menolak itu, jangan datang ke panlih, datang ke partai koaliasi, datang ke bupati kalau ke sana (bupati dan parpol pengusung, red) baru jalurnya benar, karena panlih hanya bertugas menerima, melakukan pemilihan, kemudian menetapkan, tidak ada lagi,” tegasnya. (SUDUR/ROS/VEM)