SUMENEP, koranmadura.com – Puluhan masyarakat nelayan dari Kepulauan Gili Raja, Kecamatan Giligenting, berunjukrasa di depan kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin, 7 Februari 2022.
Di depan gedung wakil rakyat, massa aksi yang tergabung dalam aliansi masyarakat menggugat (Armet) Kepulauan Gili Raja ini menyampaikan aspirasi terkait keberadaan salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) Ltd., di wilayah mereka.
Massa aksi menuding pihak KKKS tersebut sejauh ini tidak menunjukkan komitmen dan keberpihakannya kepada masyarakat terdampak, khususnya para nelayan di pulau tersebut.
Oleh karena itu, dalam orasinya, Sahrul Gunawan dengan tegas meminta salah satu perusahaan Migas tersebut agar ‘angkat kaki’ dari wilayah Gili Raja. “Usir HCML!” teriaknya, beberapa kali.
Salah satu hal yang mereka persoalkan ialah ganti rugi terhadap ‘rumpon’ nelayan yang hilang diduga saat perusahaan tersebut melakukan proses sismik beberapa tahun lalu.
“Mengenai hal tersebut, kami sudah sampaikan kepada pihak perusahaan pada tahun 2016 lalu agar segera diganti. Tapi sampai sekarang tidak jelas ujung pangkalnya,” kata Sahrul.
Berdasarkan data mereka, setidaknya ada 120 rumpon milik nelayan yang hilang, masing-masing milik nelayan Gili Raja 70 dan milik nelayan Lobuk 50.
Sementara itu Head of Relation HCML Hamim Tohari menyampaikan jauh sebelum beroperasi, HCML sudah menyelesaikan sejumlah kewajiban terhadap warga sekitar, termasuk nelayan, sejak 2016.
“Saat itu kami melaksanakan kegiatan uji teknis kondisi bawah laut selama 7 hari yang mengharuskan tidak adanya rumpon di sekitar area eksplorasi dan eksploitasi,” katanya.
Untuk itu, sambungnya, sebelum melakukan kegiatan pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan survey lokasi kegiatan dengan melibatkan saksi dari pemerintah setempat.
“Hasilnya adalah di lokasi kegiatan kami tidak memukan adanya rumpon, sehingga tidak ada rumpon yang dirusak atau dipotong. Saat ini di lapangan MAC belum ada kegiatan apa apa, karena masih dalam tahap perencanaan,” kata Hamim. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)