SAMPANG, koranmadura.com – Keberadaan penjajal birahi untuk para hidung belang di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ternyata sudah dilakukan pemetaan bahkan menjadi sasaran intaian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten setempat.
Kabid Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) Satpol PP Sampang, M Suaidi Asyikin mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengintai lokasi yang rawan dijadikan aktivitas prostitusi.
Baca: Diamankan Satpol PP, Ternyata Segini Tarif Wanita Layani Lelaki Hidung Belang
Sejauh ini terdapat tujuh lokasi yang sudah dilakukan pemetaan. Sedangkan lokasi yang lebih dominan di wilayah Kecamatan Sampang dan juga Camplong. Selain itu pihaknya mengaku telah mengerahkan personel khusus untuk melakukan Inpeksi dini guna mencari kevalidan informasi agar saat razia memperoleh hasil.
“Ada tujuh lokasi, tapi lebih banyak di wilayah kota dan Kecamatan Camplong. Dan juga ada lima personel yang kami kerahkan,” ujarnya, Rabu, 2 Februari 2022.
Baca: Dua Wanita Diduga Pelayan Hidung Belang di Sampang Diamankan Satpol PP
Selain itu, Suaidi mengaku untuk mengantisipasi adanya aktivitas prostisusi, pihaknya juga mengandalkan peran serta masyarakat agar ikut mengawasi keberadaan aktivitas tercela tersebut. Hal itu diperlukan karena lokasi-lokasi rawan berada di kawasan pemukiman warga.
“Jadi apabila ada aktivitas prostitusi, silahkan menghubungi kami. Karena kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif dalam pengawasan dan menjaga ketertiban umum,” katanya.
Bahkan, lanjut Suaidi menegaskan, pihaknya dengan tegas dan tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas berupa Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap para pelaku yang tertangkap basah saat melayani pelanggan hidung belang.
“Kami pun akan melakukan tindakan terhadap pemilik kos jika membiarkan para PSK menerima pelanggan di tempat kosannya,” tegasnya.
Sekadar diketahui, beberapa hari lalu, dua wanita penyedia hasrat birahi diamankan pihak Satpol PP Sampang di Jalan Pajudan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang kota.
Kedua wanita itu berasal dari Sampang kota dan Kabupaten Bangkalan. Keduanya diamankan dan dilakukan pembinaan dan kemudian dikembalikan ke rumah masing-masing. (MUHLIS/ROS/VEM)