SUMENEP, koranmadura.com – Perayaan Imlek merupakan ungkapan rasa syukur serta harapan kemakmuran dan kebahagiaan bagi masyarakat Tionghoa. Perayaan Imlek biasanya identik dengan kemeriahan.
Namun kondisi sebaliknya terjadi di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Di momen Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022 kali ini, Tempat Ibadat Tri-Dharma “Pao Sian Lin Kong” tampak sepi.
Pantauan di lokasi pada Selasa pagi, tak ada warga Tionghoa yang berkunjung ke Klenteng yang berlokasi di Jl. Slamet Riadi, Desa Pabian, Kecamatan Kota, itu.
Di sana hanya tampak penjaga Klenteng, Sugiono, sedang bersih-bersih. “Di sini tidak ada perayaan. Hanya di malam Imlek, tadi malam, ada sembahyangan bersama. Biasa lah, tidak sampai dirayakan,” katanya.
Dia mengaku tidak tahu persis kenapa Klenteng “Pao Sian Lin Kong” tidak merayakan Imlek seperti pada umumnya. “Setahu saya jemaahnya, sebagian, kan, ke luar kota,” tutur dia, lebih lanjut.
Bahkan di malam pelayaan Imlek, masih menurutnya, jumlah jemaah yang ikut sembahyang juga tak terlalu banyak. Hanya sekitar 20 orang. Kalau datang semua bisa mencapai 50 orang.
Klenteng “Pao Sian Lin Kong” tidak merayakan Imlek memang sudah sejak dulu. “Sejak saya bekerja di sini, sekitar 10 tahun, ya, gitu. Tiap tahunnya tidak dirayaka. Cuma sembahyangan bersama,” papar dia.
Selain Imlek, momen lain di Klenteng “Pao Sian Lin Kong” yang biasanya juga dihadiri sejumlah jemaah ialah pada saat tanggalan, yakni tanggal 1 kecina dan 15 kecina.
“Kegiatannya, ya, sembahyangan bersama juga. Jumlah jemaahnya sekitar 15 orang kalau setiap bulannya,” ujarnya, menambahkan. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)