SAMPANG, koranmadura.com – Kepadatan sampah rumah tangga di perumahan Selong Permai, Kelurahan, Gunung Sekar, Sampang, ternyata diresahkan warga hunian perumahan.
Pasalnya, sampah hasil rumah tangga di kawasan RT 1 RW 9, perumahan Selong Permai, Kekurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, seringkali ditemukan berserakan dan juga kerap ditemukan di area tanah kosong.
Ketua RT 1 RW 9, Perum Selong Permai, Heri Darsono membenarkan keberadaan sampah di areanya sebagian besar dikeluhkan warga. Menurutnya, kondisi sampah di wilayah Perum Selong menumpuk sehingga menjadi berserakan hingga menimbulkan bau yang kemudian diresahkan warga.
“Sampah yang numpuk itu karena di area RT saya tidak ada Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Sehingga seringkali sampah ditemukan berserakan. dan bahkan ditemukan di area tanah kosong. makanya kami berharap keberadaan TPS yang memadai sangat dibutuhkan oleh warga Perum Selong di kawasan RTnya,” katanya kepada koranmadura.com, Senin, 7 Februari 2022.
Lanjut Heri Darsono menyampaikan, saat ini penanganan sampah di daerahnya sudah mulai dilakukan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sampang, dengan dilakukan pengangkutan secara mandiri.
“Awalnya memang ada TPSnya, namun karena lokasi TPSnya berada di tanah milik orang, sehingga kemudian oleh pemilik tanah ya dibongkar. Jadi kemudian kami saat ini tidak memiliki TPS lagi. Sedangkan jumlah KK di RT saya ada sebanyak 110 KK,” ungkapnya.
Ditanya soal layanan pengembang perumahan, Heri Darsono mengaku juga tidak menyediakan fasilitas umum soal keberadaan TPS.
“Dari pengembang perumahan, memang juga tidak menyediakan TPS. Makanya gerakan Forum saat ini, kami sangat dukung penuh apalagi forum melakukan pengambilan sampah secara door to door ke rumah warga,” ungkapnya.
Sementara Anggota Forum PRB Sampang Hendra Purnomo mengakui jika di area Perum Selong RT 1 tidak ada TPSnya. Sehingga kemudian pengurus RT 1 dan warga lainnya menjadi kebingungan mengenai penanganan sampah rumah tangga, termasuk untuk membuang sampah yang dihasilkan warga.
“Kami dari Forum PRB hadir untuk mengatasi soal sampah RT 1 di Perum Selong Permai, sebab di area itu tidak memiliki tempat pembuangan sampah atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kami juga heran ketika mendengar jika di perum elit itu tidak punya TPA,”
Menurut Hendra, keberadaan sampah yang semakin menumpuk ternyata juga diresahkan warga, terlebih saat ini masih musim penghujan yang kemudian tumpukan sampah menimbulkan bau tidak sedap bahkan berpotensi mengundang penyakit.
“Kehadiran Forum juga sebenarnya menjadi obat keresahan warga. Apalagi informasinya pengembang perumahan ternyata kurang memerhatikan soal penanganan sampah yang dihasilkan warga hunian di perum ke depannya,” paparnya.
Lanjut Hendra mengaku, saat ini pihaknya melakukan pengangkutan dan penanganan sampah guna menjaga alam sekitar dari potensi munculnya dampak penyakit hingga menjadi upaya pencegahan bencana.
“Kami ambil sampah-sampah di sana pagi hari. Dua jam saja, sampah sudah terkumpul satu pikap. Hal itu menandakan karena keberadaan sampah sudah kelewat tidak segera ditangani sehingga terjadi penumpukan sampah,” ujarnya. (MUHLIS/ROS/VEM)