SUMENEP, koranmadura.com – Sekitar delapan sampai sepuluh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) berencana melakukan audiensi dengan Kapolres Sumenep, Rabu, 16 Maret 2022, besok.
Audiensi itu dalam rangka menyikapi insiden penembakan seorang pria diduga begal hingga tewas pada Minggu, 13 Maret 2022, sore yang videonya belakangan viral.
Koordinator BEMSU, Nur Hayat menyampaikan tujuan audiensi salah satunya untuk memastikan, apakah tindakan aparat saat kejadian sudah sesuai prosedur atau seperti apa.
“Karena kalau melihat video yang beredar, setelah pria yang diduga hendak merampas sepeda motor itu terkapar, masih terdengar beberapa kali suara tembakan,” katanya.
Hayat menegaskan, dalam audiensi tersebut, pihaknya tidak dalam rangka membela pria yang diduga hendak merampas sepeda dengan menodongkan senjata tajam. Menurut dia, pelaku kejahatan memang harus ditindak tegas.
“Tapi, apakah meski telah tersungkur ke aspal masih harus ditembaki? Nah, itu salah satu poin yang rencananya akan kami pertanyakan, dan masih ada beberapa poin lagi terkait dengan kinerja kepolisian selama ini,” tambah dia.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan bahwa, penanganan kejadian penembakan yang terjadi di Jl. Adirasa, Desa Kolor, Kecamatan Kota, itu sudah diambilalih Propam Polda Jatim.
Menurutnya, lima anggota polisi yang ada dalam video insiden tersebut sudah di Polda Jatim untuk diklarifikasi. “Lima orang anggota yang viral itu, saat ini sudah berada di Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Widi. (FATHOL ALIF/DIK)