BANGKALAN, koranmadura.com – Jalan poros kabupaten yang menghubungkan empat desa, yaitu Mrecah, Dlambah Laok, Dlambah Dajah dan Batangan, Kecamatan Tanah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur sudah dipenuhi jalan bergelombang.
Batu kerikil bekas aspal sudah nyaris tak terlihat, hanya tampak batu-batu seukuran gumpalan tangan dewasa dari dasar aspal. Tak heran, jika pengendara yang melintas mengeluh. Sementara, anggaran dari pemerintah daerah belum bisa men-cover.
Atas dasar itu, empat kepala desa (Kades) yaitu dari Mrecah, Dlambah Laok, Dlambah Dajah dan Batangan duduk bersama. Mereka mencari solusi atas jalan poros kabupaten yang sudah rusak parah.
Habibullah, salah satu tokoh pemuda Desa Mrecah, yang nimbrung dalam urun rembuk Kades itu menyampaikan, empat Kades yang ikut dalam musyawarah sepakat, bahwa mereka akan memperbaiki jalan tersebut dengan menggunakan dana pribadi.
“Empat Kades itu sumbangan untuk memperbaiki jalan poros kabupaten. Selain itu, mencari donatur dari yang lain, tapi tidak mau disebut nama mereka,” kata dia, Kamis 10 Maret 2022.
Dia menjelaskan, perbaikan tersebut tidak dianggarkan dari dana desa atau pemerintah kabupaten. Dirinya menyadari, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kota Salak difokuskan untuk penanganan virus Corona dan pemulihan ekonomi.
“Kita gotong royong memperbaiki jalan poros ini untuk keselamatan para pengendara,” ucap dia.
Pria yang dikenal Dimas Haby menceritakan, Kades sepakat akan mengaspal jalan-jalan yang penuh dengan lubang sepanjang sekitar 521 meter. Karena, jika hanya ditutup dengan batu atau urukan putih, tidak lama lagi akan rusak.
“Kami melakukan pengaspalan jalan yang rusak, agar lebih tahan lama dan tidak cepat rusak,” ucap dia.
Dia berharap dengan perbaikan jalan dengan cara gotong royong 4 Kades dan masyarakat sekitar, dapat mempermudah bagi pengendara yang melintas di jalan poros kabupaten tersebut. Selain itu, dapat meminimalisir akan terjadinya kecelakaan.
“Semoga bermanfaat dan memudahkan akses jalan kepada masyarakat pengendara,” ucap dia.
Sebelumnya, saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Tanah Merah pada 8 Februari 2022, Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, penyusunan anggaran pendapatan dan belanja (APBD) fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrim.
“Di Bangkalan masuk dalam kemiskinan ekstrim. Ada 25 desa yang tersentuh bantuan program itu,” kata dia.
Sehingga tahun ini dan yang akan datang, dalam program peningkatan jalan kabupaten masih belum bisa mengakomodir jalan-jalan yang butuh perbaikan. Namun, jika ada yang kerusakannya cukup parah, bisa diajukan untuk dimasukkan dalam program prioritas.
“Usulan perbaikan jalan kabupaten yang tidak bisa dicover keuangan kabupaten. Jika sangat parah kami perjuangkan melalui dana dari pusat,” kata dia. (MAHMUD/ROS/VEM)