PAMEKASAN, koranmadura.com – Puluhan warga Desa Panagguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar aksi demontrasi ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, Senin, 7 Maret 2022 kemarin.
Mereka meminta kebijakan kepada pihak DPMD setempat untuk kembali membuka pendaftaran calon pemilihan kepala Desa yang ditutup oleh panitia desa.
Kordinator Aksi lapangan (Korlap), Mohammad Faruq mengatakan pendaftaran calon kepala desa tersebut hanya ada satu calon yang diloloskan. Sementara yang lain tidak diloloskan. Namun hingga saat ini, menurutnya, panitia tidak kunjung membuka kembali pendaftaran calon kepala desa.
“Sebenarnya ada tiga calon (yang tidak lolos), cuman yang lolos hanya satu orang, ini yang tahu semuanya ini panitia, mungkin katanya ada kekurangan berkas tapi bagi kami ini permainan mereka semua,” tegas Faruq.
Faruq panggilan akrab Mohammad Faruq mendesak DPMD bertanggung jawab, sebab menurutnya, DPMD yang merangcang perbup ini semua.
“Kami sebagai warga penagguan menuntut tetap untuk segera dibuka kembali, pilkades panagguan harus dilaksanakan karena kalau ini tidak dilaksanakan, berarti demokrasi di Pamekasan gagal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas DPMD Pamekasan, Fathorrachman mengatakan pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan soal aksi demontrasi tersebut.
“Intinya kita tidak menerima surat, tetapi kita mau menemui, tapi mereka pulang,” jelasnya. (SUDUR/ROS/VEM)