SUMENEP, koranmadura.com – Jelang Ramadan, warga kepulauan Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mengkhawatirkan ketersediaan transportasi laut.
Pasalnya sejak akhir tahun lalu hingga sekarang, kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I yang selama ini menjadi ‘andalan’ warga kepulauan masih belum beroperasi.
Salah seorang warga kepualauan Kangean Ainur Rohim menyampaikan, saat ini hanya ada satu kapal yang mengangkut penumpang dan barang ke pulau tersebut, yaitu Monggiyango Hulalo.
Akibat hanya ada satu kapal penumpang dan barang yang beroperasi dengan jadwal satu kali seminggu, menurut dia setiap kali pemberangkatan penumpang selalu membludak.
“Express Bahari belum operasi. Informasinya masih docking. Kalaupun ada, kapal itu hanya mengangut penumpang,” papar warga Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa itu.
Oleh karena itu, sambungnya, kondisi ini perlu segera dicarikan solusi mengingat saat ini sudah hampir memasuki Ramadan, kemudian lebaran. Biasanya di momen tersebut akan terjadi eskalasi mobilitas warga ke kepulauan. Terutama saat menjelang lebaran.
Tak hanya itu, biasanya, menurut dia permintaan terhadap barang konsumsi juga akan meningkat. Jika pasokan barang konsumsi ke kepulauan tidak sebanding dengan permintaan akibat kurangnya transportasi lau, Rohim khawatir hal tersebut akan menyebabkan terjadinya kenaikan harga. “Untuk itu, kami berharap pemerintah bisa segera mencari solusi. Misalnya berkoordinasi dengan kapal yang ada sekarang agar menambah jadwalnya atau mencari kapal alternatif jika kapal DBS I tetap belum beroperasi hingga Ramadan dan lebaran nanti,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)