SUMENEP, koranmadura.com – Ratusan orang dari Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, berunjuk rasa di depan Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, 17 Maret 2022.
Unjuk rasa mayarakat kali ini merupakan buntut dari insiden penembakan seorang pria berinisial H oleh aparat setelah tak mengindahkan beberapa kali tembakan peringatan.
Baca: Kecewa Tak Ada Kapolres Saat Audiensi, Ini Langkah Aliansi BEM Sumenep Berikutnya
Versi polisi, H diduga hendak merampas sepeda motor seorang perempuan dengan menodongkan senjata tajam. Insiden tersebut terjadi di Jl. Adirasa, Desa Kolor, Kecamatan Kota, pada Minggu, 13 Maret 2022.
Dalam aksinya, masyarakat mengecam tindakan aparat yang masih melepaskan tembakan meski H telah tersungkur ke aspal. Menurut mereka, tindakan tersebut berlebihan.
“Dalam agama, hewan saja haram dibunuh, Pak. Ini manusia, bukan hewan, Pak!” tegas salah seorang orator aksi.
Baca: Lima Anggota Polisi dalam Video Viral Penembakan Pria di Sumenep Diperiksa Propam Polda Jatim
Hingga berita ini ditulis, unjuk rasa masyarakat masih berlangsung di depan Mapolres Sumenep. Lebih dua ratus polisi berjaga di lokasi. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)