SAMPANG, koranmadura.com – Peristiwa kaburnya seorang Nara Pidana (Napi) narkoba di Rumah Tahanan (Rutan) klas IIB Sampang, Madura, Jawa Timur, pada 14 Februari 2022 lalu, masih menjadi teka-teki.
Bahkan adanya indikasi unsur kelaiaan dan kesengajaan terus menguat lantaran hasil rekaman CCTV belum juga bisa diakses.
Kepala Rutan Klas IIB Sampang, Gatot Tri Rahardjo menyampaikan, pasca peristiwa kaburnya napi narkoba di rutan, sejumlah petugas sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Kanwil MenkumHam.
“Hasil pemeriksaan nantinya dari pusat langsung yang menyampaikan. Entah itu nanti ada hukuman disiplin atau semacamnya, karena adanya kelalaian pasti ada tindak lanjutnya. Dari hasil pemeriksaan kemarin dibawa ke Jakarta dan tinggal nunggu hasil tindak lanjutnya,” katanya, Senin, 14 Maret 2022.
Namun begitu, Gatot mengaku upaya pencarian dan semacamnya tetap terus dilakukan agar napi kabur tersebut kembali ke Rutan.
“Sampai kapanpun kami akan cari, tidak ada henti-hentinya,” tegasnya.
Disinggung soal hasil rekaman CCTV, Gatot mengaku hingga saat ini masih belum bisa mengakses hasil rekaman CCTV yang dipasang di berbagai titik di Rutan Sampang lantatan teknisi atau pemasang alat CCTV tak kunjung datang ke Sampang. Menurutnya, hasil rekaman CCTV selain untuk mengetahui pasti peristiwa tersebut dikatakannya juga sebagai bahan pendukung apakah ada faktor unsur kelalaian ataupun faktor kesengajaan.
“Upaya mendatangkan teknisi pemasang CCTV tetap kami lakukan juga, bahkan sudah tiga kali kami undang bahkan sudah kami telepon langsung teknisinya, namun hanya berjanji tapi tak kunjung datang ke Sampang. Mungkin lagi banyak pekerjaan di Surabaya jadi tidak bisa datang, atau mungkin ketika ada jadwal pemasangan ke wilayah Madura barangkali bisa juga merapat ke Sampang,” akunya.
Lebih jauh Gatot menyampaikan, napi narkoba yang juga residivis yakni Nawahi bin Samidin (40), warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, ditegaskan saat ini kabur bersama denhan seorang wanita. Namun sejauh ini pihaknya masih kesulitan untuk mendeteksi lokasi keberadaannya.
“Kalau Nawahi kaburnya bersama seorang wanita, cuma lokasinya kami belum tahu. Jadi kami mohon doanya,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)