BANGKALAN, koranmadura.com – Sejumlah aktivis dari Pusat Analisa Informasi Kajian Strategis (Pakis) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis, 31 Maret 2022.
Dari hasi sidaknya, Ketua Pakis, Abdurrahman Tohir menyampaikan operasional MPP yang terletak di Bangkalan Plaza (Bangplaz) tidak berjalan dengan maksimal. Sebab, dari 107 layanan yang ada, hanya sebagian dibuka.
“Saya tempo hari ingin urus izin, tapi ada tempat pelayanan yang tutup. Kami sebagai warga Bangkalan kecewa,” akunya.
Menurut dia, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan tidak serius membuka MPP. Sehingga tujuan untuk memberi kemudahan, kecepatan, hingga keterjangkauan dalam mendapatkan pelayanan tidak tercapai.
“Padahal MPP tersebut sudah dilaunching September 2020 yang lalu,” kata dia.
Semestinya, masih kata Abdurrahman Tohir, sebelum dibuka MPP tersebut harus dipersiapkan mulai dari sarana dan prasarana yang dibutuhkan, serta Sumber Daya Manusia (SDM) setiap tempat pelayanan.
“Ketika masyarakat datang ke MPP, tapi diarahkan ke kantornya, lalu apa gunanya ada pelayanan di MPP?” tanya dia.
Sementara Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan, Lanang Bara Muslim tidak memberikan komentar banyak perihal sidak dari Pakis. Ia mengaku diperintah pimpinan, agar tak memberikan komentar. “Kepala dinas masih ada kegiatan di Arosbaya, kami hanya mendampingi Pakis datang ke MPP. Saya diperintahkan jika ada komentar suruh ke pimpinan langsung,” tuturnya. (MAHMUD/DIK)