SAMPANG, koranmadura.com – Belum juga disikapi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), puluhan aktuvis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali desa pembentukan Panitia Khusus (Pansus) sebagai langkah memberwngas keberadaan mafia Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Bahari.
Desakan untuk pemberantasan mafia bansos lantaran masyarakat yang seharusnya menerima BPNT yang saat ini ganti dengan uang senilai Rp 600 ribu untuk penerimaan selama tiga bulan, hanya mendapat lima butir telur saja.
“Kami akan terus menerus melakukna aksi agar DPRD segera membentu Pansus penyaluran bansos ini,” ujar salah satu orator di depan pingu gerbang DPRD Sampang.
Sementara Ketua DPRD Sampang Fadol saat menemui para demontrasi menyampaikan pembentukan pansus dikatakannya membutuhkan proses karena harus mendapat persetujuan fraksi-fraksi. Namun penyampaian Ketua DPRD tidak dihiraukan lantaran permintaan segera dibentuk Pansus sudah dilakukan pada aksi sebelumnya. Sehingga kemudian Pimpinan DPRD dan sejumlah anggota kembali masuk dan meminta waktu untuk dirapatkan saat ini juga.
Pantauan koranmadura.com, Puluhan mahasiswa yang sempat menunggu hasil rapat sempat geram bahkan mendorong pintu gerbang guna mencoba masuk untuk melihat proses rapat yang dilakukan para wakil rakyat di dalam kantor parlemennya. Hingga berita ini ditulis, proses rapat untuk pembentukan pansus masih berlangsung. (MUHLIS/ROS/VEM)