BANGKALAN, koranmadura.com – Partisipasi kaum milenial dalam pesta demokrasi masih di luar harapan. Hal itu berkaca pada hasil Pemilu tahun sebelumnya, walaupun pemilih hampir mendekati 100 persen.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Mathur Husyairi mendorong kaum milenial Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
“Kenapa saya mendorong kaum Milenial untuk ikut andil Pemilu 2024, karena generasi muda saat ini sebagai penentu arah bangsa Indonesia,” kata Mathur, Selasa 15 Maret 2022.
Jika berbicara data dan fakta di lapangan, menurut Mathur, kaum milenial masih belum semangat dalam untuk mengikuti pesta demokrasi. “Pemuda harus ikut mengawal proses Pemilu, agar menjadi Pemilu yang jujur dan adil,” kata dia.
Sehingga, kata Mathur, kaum Milenial tidak hanya sebagai pemilih pasif dan mengikuti perkembangan proses Pemilu agar tidak salah memilih calon pemimpin atau anggota legislatif.
Terkait dengan wacana penundaan Pemilu, anggota legislatif Dapil Madura itu berharap Pemilu tetap terselenggara tahun 2024 mendatang. Hal itu, sesuai amanat Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 dan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017.
“Tahapannya akan dimulai Agustus 2022, seperti pendaftaran partai politik, rekrutmen panitia,” ujarnya.
Sementara Ketua KPU Kabupaten Bangkalan, Zainal Arifin menyampaikan, dalam menggaet pemilih dari generasi milenial, pihaknya akan lebih aktif memberikan sosialisasi, baik dilakukan secara tatap muka atau melalui media sosial.
“Kita tahu pemuda sudah banyak menggunakan gadget, kita akan dekati mereka melalui media sosial,” tuturnya. (MAHMUD/DIK)