BANGKALAN, koranmadura.com – Ratusan Kepala Desa (Kades) yang tergabung Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur datang ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, pada Rabu 16 Maret 2022.
Kedatangan mereka, ingin memberikan dukungan kepada Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron, atas rencana penundaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II tahun 2022 ke 2023.
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Bangkalan, As’ad Haris Nasution menyampaikan, rencana penundaan Pilkades tahap II merupakan langkah tepat yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.
“Jika Pilkades tahap II dilanjut dengan anggaran yang kurang, khawatir pelaksanannya tidak optimal, jadi lebih baik ditunda,” kata dia.
Menurut dia, Kades yang tergabung dalam AKD sepakat mendukung penundaan Pilkades, karena atas asas kemanusiaan. Kata dia, saatnya pemerintah desa bisa membantu Pemkab Bangkalan dalam pemulihan ekonomi kerakyatan.
“Tahun 2021 ada Pilkades tahap 1, Tahun 2022 Pilkades tahap 2, tahun 2023 Pilkades tahap 3 dan tahun 2024 pemilihan umum, lalu kapan kita ingat pada pemulihan ekonomi kerakyatan?,” cetus dia.
Dia menjelaskan, Pilkades tahap II dan III tetap berjalan, walaupun ada penggeseran waktu pesta demokrasi di tingkat desa. Apakah tidak mengganggu Pilkades tahapan selanjutnya? Dia menegaskan tidak jadi persoalan dalam pelaksanaan. “Saya rasa tidak mengganggu. Karena tahapan Pilkades tahap II dimulai tahun ini dan pelaksanaannya tahun berikutnya,” ucap dia. (MAHMUD/ROS/VEM)