SUMENEP, koranmadura.com – Setelah dinyatakan hilang akibat terseret air sungai beberapa hari lalu, Fidya Talitatus Shofiyah masih terus dicari hingga saat ini.
Bocah 8 tahun asal Dusun Panggulan, Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, itu terseret aliran sungai di perbatasan Desa Kebundadap Barat dan Kebundadap Timur pada Sabtu, 19 Maret 2022, sekitar pukul 16.30 WIB.
Baca: Seroang Bocah di Sumenep Terseret Arus Air Ke Sungai
Pencarian terhadap Talilta dilakukan oleh petugas gabungan dari Polsek Saronggi, Koramil Saronggi, Basarnas Sumenep, BPBD Sumenep, Damkar, Pemdes serta dibantu masyarakat setempat.
“Kegiatan pencarian terhadap korban tetap kami laksanakan untuk misi kemanusiaan sesuai UU 29/ 2014 tentang pencarian dan pertolongan karena sampai hari kelima korban belum ditemukan,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Rabu, 23 Maret 2022.
Menurut dia, dalam prosesnya, upaya pencarian dibagi ke tiga tim. Tim pertama melakukan penyisiran dari tempat kejadian sampai jembatan perbatasan Desa Kebundadap Timur dengan Desa Kebundadap Barat.
Selanjutnya tim kedua melakukan penyisiran sungai atau saluran air dari jembatan batas Desa Kebundadap Timur dan Desa Kebundadap Barat sampai ke dermaga pertemuan saluran air dengan sungai Saroka.
Sedangkan tim ketiga, bersama masyarakat setempat, tetap melakukan pencarian di sepanjang pesisir Sungai Saroka sampai pesisir laut di Desa Tanjung dan Desa Pagarbatu.
“Untuk pencarian di wilayah Perairan Talango, Kalianget dan Pulau Giligenting akan dilakukan oleh tim dari Basarnas dan Polairud Polres Sumenep,” tambahnya. (FATHOL ALIF/DIK)