SUMENEP, koranmadura.com – Sebanyak 475 personil diterjunkan untuk mengamankan serta mengawal jalannya unjuk rasa aliansi mahasiswa Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin, 11 April 2022.
Ratusan personel itu terdiri dari anggota Polri 280 orang, TNI 130 orang, Satpol PP 50 orang dan Dishub 15 orang. Mereka akan mengawal jalannya aksi di depan gedung DPRD Sumenep.
Dalam pengamanan unjuk rasa kali ini, anggota polisi tidak diperbolehkan membawa senjata api, sesuai dengan atensi Kapolri agar seluruh jajarannya tidak ada yang membawa senjata api.
Kapolres Sumenep AkBP Rahman Wijaya berharap agar semua pihak saling menjaga, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memancing gangguan Kamtibmas.
“Kami harapkan dan kami minta, untuk seluruh mahasiswa yang ikut unras agar tertib saat melaksanakan unras. Begitupula petugas yang melakukan pengamanan agar tetap humanis serta tidak terpancing dengan situasi yang mengarah kepada arogansi,” katanya.
Dia juga meminta agar jajarannya mengantisipasi potensi adanya oknum-oknum yang mencoba mengambil kesempatan, dan membuat keributan saat mahasiswa melakukan unjuk rasa.
Selebihnya ia juga meminta kepada para mahasiswa dan semua pihak yang terlibat aksi unjuk rasa agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karena saat ini masih masa pandemi covid-19.
“Jangan lupa, karena ini bulan suci Ramadan, agar tetap menjalankan ibadah kepada Allah Yang Maha Esa,” tutup Kapolres Sumenep. (FATHOL ALIF/DIK)