BANGKALAN, koranmdura.com – Musarrofah (38) asal Desa Pakes, Kecamatan Konang, Bangkalan, Madura, sudah 6 kali datang ke Mapolres, ia hanya ingin tahu perkembangan kasus dugaan penyunatan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilaporkan.
Sebelumnya, pada tanggal 18 Maret 2022 kemaren, Musarrofah melaporkan kasus dugaan penyunatan dana BPNT ke Mapolres Bangkalan. Bantuan ini dicairkan sebesar Rp 600 ribu untuk tiga bulan. Namun, hingga saat ini kasus tersebut masih belum ada perkembangan.
Musarrofah ceritakan kronologis penyunatan dana Bansos. Pada saat dirinya mengambil uang BPNT di Balai Desa, di pintu masuk sudah berjejer beberapa perangkat desa. Pada saat keluar membawa uang, dia mengaku dicegat dan diminta uangnya.
“Perangkat sudah menunggu di pintu keluar. Uang yang diterima Rp 600 ribu, hanya di sisakan Rp 100 ribu. Sementara Rp 500 ribu diambil perangkat desa,” ucap dia, Kamis 14 April 2022.
Dia mengaku tak kapok bolak-balik ke Mapolres Bangkalan, untuk menanyakan perkembangan dugaan kasus dana Bansos yang dialaminya. Musarrofah hanya berharap kasus dugaan penyunatan dana BPNT oleh oknum perangkat desa segera terungkap.
“Saya dipanggil 1 kali dan 6 kali datang sendiri ingin tahu perkembangannya. Terakhir saya datang, kata polisi sekitar 100 saksi dipanggil” ucap dia.
Sementara Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya mengaku sudah banyak pihak-pihak yang dimintai keterangan terkait dugaan penyelewengan dana BPNT. Namun, hingga saat masih belum ada perkembangan.
“Sudah banyak pihak dimintai keterangan. Untuk tersangka belum mengerucut,” kata dia, saat dimintai keterangan via WhatsApp. (MAHMUD/DIK)