BANGKALAN, koranmadura.com – PT POS Indonesia Bangkalan, Madura, Jawa Timur mencatat ada 1.736 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah kerjanya belum mencarikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sedangkan batas akhir pencairan sampai Maret 2022.
Hal itu diakui oleh Kepala PT POS Indonesia Bangkalan, Mudjibur Rahman. Menurut dia, pihaknya sudah mengimbau kepada KPM, agar segera mencairkannya. Namun, hingga batas akhir bulan Maret kemarin, mereka belum juga datang ke PT. POS.
“Kita sudah beri imbauan melalui pemerintah desa, agar penerima manfaat segera mencairkan BPNT,” kata dia, Rabu 6 April 2022.
Dia memaparkan, di Bangkalan ada 81.442 KPM program BPNT. Mereka dapat bantuan berupa uang Rp 200 ribu setiap bulan. Penyaluran dirapel jadi satu kali pencairan selama tiga bulan. Namu sayang, sebagain dari mereka masih belum mencairkan.
“Jadi sekali menerima Rp 600 ribu untuk 3 bulan. Untuk yang belum cair kita cari tahu dulu masalahnya,” tuturnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan, Wibagyo Suharta menyampaikan adanya sisa KPM yang tidak terserap program BPNT di tahap pertama, tentu akan berdampak besar pada pencairan tahap kedua nanti.
“Tentu ini nanti akan berdampak besar. Karena pasti ditanya penyebab tidak tersalurkan oleh pusat,” ujarnya.
Dia juga mengaku belum tahu secara pasti penyebab KPM tidak mencairkan bantuan BPNT. Sebab, dari PT POS Indonesia Kabupaten Bangkalan belum menyampaikan rincian data nama-nama penerima bantuan yang belum cari.
“Kami masih belum mendapatkan datanya, nanti akan kami tanyakan dulu,” katanya. (MAHMUD/DIK)