BANGKALAN, koranmaduran.com – Pembangunan drainase permukiman di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menguras anggaran sebesar Rp 12 miliar. Sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan, Rizal Mardiansyah menuturkan, mayoritas pembangunan drainase dari dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.
“Dari dana Pokir dewan sekitar Rp 10 miliar. Sedangkan sisanya (dari total Rp 12 miliar) dari program prioritas bupati,” kata dia, Rabu 6 April 2022.
Dia menjelaskan, anggaran Rp 12 miliar dipecah menjadi 80 titik pengerjaan drainase permukiman. Setiap titik ditentukan anggaran sebesar Rp 150 juta. Sementara untuk volume panjang dan lebarnya menyesuaikan dari kebutuhan di lapangan
“Kalau panjang 100 meter lebih. Lebar menyesuaikan di lapangan,” kata dia.
Jika melihat dari jumlah 281 desa/kelurahan di Kota Dzikir dan Shalawat, sebanyak 80 titik pembangunan drainase masih dinilai kurang. Namun, karena keterbatasan anggaran, maka untuk penentuan lokasi pekerjaan melihat tingkat kebutuhan di lapangan.
“Jika yang dari Pokir pasti diletakkan di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Jika yang dari program prioritas bupati melalui serap aspirasi,” ujar dia. (MAHMUD/DIK)