BANGKALAN, koranmadura.com – Jumlah penerima bantuan minyak goreng di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur lebih sedikit daripada Bantuan Sembako Tunai (BST). Padahal, data yang dibuat acuan oleh pemerintah diambil dari data penerima BST tahun 2022.
Hal itu diketahui dari data yang diterima oleh koranmadura.com. Tercatat, dari jumlah 81.541 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BST di Kota Dzikir dan Shalawat, ternyata hanya 78.620 penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng.
Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Bangkalan, Mudjibur Rahman menuturkan penyaluran BLT minyak goreng diberikan dalam bentuk uang. Besaran setiap bulan Rp 100 ribu. KPM menerima uang Rp 300 ribu untuk tiga bulan ke depan.
Dalam pencairannya dilakukan satu kali untuk tiga bulan, yakni April, Mei, hingga Juni. “Penyaluran melalui PT POS Indonesia, bisa dilakukan di balai desa, kantor pos kabupaten hingga ke kecamatan,” kata dia, Selasa, 19 April 2022.
Dia menjelaskan data yang dibuat acuan sebagai penerima BLT minyak goreng dari data BST. Dia mengakui terkait ketidaksamaan jumlah penerima. Namun sayang, dia tidak membeberkan penyebab ketidaksamaan data jumlah penerima.
“Data kami dapatkan dari Kemensos, saya juga tidak tahu perihal ketidak samaan data,” tutur dia.
Penyaluran BLT minyak goreng sudah dilakukan sejak 8 April 2022 lalu. Ditargetkan 3 hari ke depan bantuan tersebut sudah tersalurkan semua. Sementara, capaian yang sudah dicairkan hingga saat ini sudah mencapai 80 persen lebih.
“Pencairan BLT minyak goreng terus dilakukan. Batas akhir tanggal 21 April 2022. Yang kita salurkan sudah mencapai 80,69 persen,” ucap dia. (MAHMUD/DIK)