SAMPANG, koranmadura.com – Kasus kebobolan sebuah toko milik Sulalatin (27), Warga Dusun Semah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur hingga saat ini masih buram.
Pasalanya, kasus yang dilaporkan ke Mapolsek Tambelangan dengan laporan polisi nomor LP/B/01/III/2022/SPKT/Polsek Tambelangan tertanggal 29 Maret 2022 itu belum ada perkembangan.
Korban Sulalatin meminta polisi bergerak cepat untuk mengungkap para pelaku. Agar kejadian serupa tak terjadi lagi di daerahnya. Selain itu, polisi juga diminta rajin patroli. Karena pelaku biasa beraksi menjelang hari raya.
“Berharap laporan saya ditindak lanjuti dengan maksimal agar pelaku terungkap dan tidak ada kesan di tengah-tengah masyarakat percuma lapor polisi,” katanya, Rabu, 13 April 2022.
Sementara Kapolsek Tambelangan Iptu Warnoto melalui Kanit Reskrim Bripka Nasrun Wijaya menegaskan penyelidikan kasus pembobolan toko di wilayahnya sudah ditindak lanjuti, bahkan dalam pengumpulan informasi pihaknya langsung mendatangi korban dan olah TKP.
Namun pihaknya juga tidak memungkiri pengungkapan kasus tersebut tidak mudah dipecahkan lantaran tidak adanya saksi yang mengetahui atau melihat aksi pencurian tersebut secara pasti.
“Total ada tiga saksi yang sudah kami periksa, mulai pemilik toko hingga masyarakat di sekitaran toko, namun ke semuanya menyatakan tidak mengetahui pasti kejadian tersebut. Alat bukti dalam proses penyelidikan juga minim terlebih tidak adanya CCTV di toko tersebut serta barang bukti tidak ada yang ditinggalkan oleh pelaku,” katanya.
Dijelaskan Nasrun, dari pengolahan TKP, pelaku pencurian toko tersebut melewati celah-celah di bawah plavon yang menganga yakni antara atap plavon dan tembok yang ada di bagian belakang toko. Sedangkan pelaku memanjat dinding karena di tembok terlihat jejak kaki. Sedangkan bagian tembok luar terdapat kamar mandi terbuka yang dijadikan pijakan oleh pelaku pencurian.
Pihaknya juga memberikan bantahan manakala disebut tidak bekerja. Pihakya mengklaim sudah jemput bola dalam pengumpulan informasi dalam proses penyelidikan. Bahkan juga menyisir di sejumlah toko-toko di wilayah Kecamatan Tambelangan dan Kecamatan Jrengik dengan harapan menemukan informasi adanya seseorang yang mencurigakan dan menjual barang yang hilang milik korban.
“Sekali lagi kami tegaskan, tidak adanya saksi yang mengetahui kejadian langsung dan tidak ada barang bukti yang ditinggalkan oleh pelaku. Maka dari itu, kami imbau kepada korban dan tokoh masyarakat apabila ada orang-orang yang dicurigai atau petunjuk apapun dalam kasus ini, mohon kerjasamanya, karena kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pengungkapan,” terangnya.
Pihaknya juga meyakini, aksi pencurian toko tersebut dilakukan lebih dari satu orang. Sebab proses memanjat tembok toko yang diperkirakan setinggi 4-5 meter dan untuk pemantauan sekitaran toko tersebut dimungkinkan akan dilakukan lebih dari seorang. Sedangkan barang dagangan korban yang hilang adalah puluhan pres rokok yang ditaksir mencapai 15 juta rupiah, uang tunai 800 ribu, serta segala macam jenis kosmetik kecantikan dari berbagai merek.
“Kalau skala toko pada umumnya ada yang manjat, ada yang mengamati, jadi pelaku kemungkinan besar lebih dari satu orang,” katanya memperkirakan. (Muhlis/SOE/SUL)