BANGKALAN, koranmadura.com – Dana Kelurahan di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur turun drastis. Yakni, sebelumnya tembus Rp 7 miliar untuk tujuh kelurahan di Kecamatan Kota, namun tahun ini menjadi Rp 2,8 miliar.
Tujuh kelurahan di wilayah Kecamatan Kota Bangkalan, di antaranya meliputi Kelurahan Bancaran, Demangan, Kemayoran, Kraton, Mlajah, Pangeranan dan Pejagan.
Camat Kota Bangkalan, Cicik Fidyah menyampaikan, dana Kelurahan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum Tambahan (DAUT) pemerintah pusat. Perihal penurunan dana Kelurahan, dirinya mengaku tidak tahu penyebabnya.
“Kita tidak tahu kenapa turun. Karena, dana Kelurahan bukan dari pemerintah daerah, tapi dari pusat,” kata dia, Rabu 18 Mei 2022.
Cicik, sapaan akrab Cicik Fidyah menjelaskan, setiap kelurahan mendapatkan anggaran yang bersumber dari DUAT sebesar Rp 402 juta. Sementara peruntukannya, tahun ini masih fokus untuk penanganan penyebaran virus Corona.
“Dana keluaran tidak ada untuk fisik tahun ini. Karena masih fokus penerapan PPKM Mikro,” ujar dia.
Apakah sudah ada yang mencairkan Dana Kelurahan? Dia menuturkan dari tujuh kelurahan masih ada satu yang sudah mengambil sebagian dana Kelurahan. Yakni, Kemayoran. Sementara yang lain masih menunggu ketersediaan anggaran.
“Dana Kelurahan kan dari pusat. Sementara ini anggarannya masih belum tersedia,” ucap dia.
Namun demikian, walaupun dana Kelurahan tidak sesuai dengan tahun sebelumnya, pihaknya mengimbau setiap lurah dapat menggunakannya dengan sebaik mungkin. Selain itu, dia berharap tahun depan dana Kelurahan bisa naik lagi.
“Jika PPKM sudah selesai bisa lakukan perubahan anggaran keuangan. Semoga tahun depan dana Kelurahan bisa naik,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)