PAMEKASAN, koranmadura.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam menjelaskan lima hal yang membuat negara hancur. Hal tersebut, tidak boleh terjadi di Indonesia agar keberlangsungan hidup dan kerukunan antar suku agama tetap terjaga baik.
Pertama, peredaran narkoba. Ini merupakan perang global yang harus diantisipasi bersama. Karena mereka yang sekarang berusia 20 tahun sudah mengkonsumsi narkoba, maka pada usia 40 tahun yang akan datang, mereka tidak bisa berpikir produktif tentang kemajuan bangsa ini.
“Kenapa narkoba ini begitu masif? Tidak hanya warga bangsa dengan kelas tertentu, tetapi semua elemen nyaris terlibat semua. Oleh karena itu, kita harus sadar tentang adanya perang global dan bahaya narkoba ini,” jelas Baddrut Tamam, Kamis, 12 Mei 2022.
Kedua, terorisme. Ketiga, separatisme, dan yang keempat, korupsi. Kemudian yang kelima adalah penegakan hukum dan keadilan.
“Kalau orang sudah merasa tidak adil dalam penegakan hukum, orang tidak merasa bangga hidup dalam sebuah negara. Kalau penegakan hukum tidak seadil-adilnya, orang tidak percaya kepada negara,” tambahnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini menegaskan, warga bangsa yang sudah tidak percaya kepada negara, maka hal itu menjadi indikasi kuat kehancuran sebuah negara. Makanya, aparatur sipil negara (ASN) memiliki tugas berat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat untuk menanamkan kepercayaan tersebut.
“Maka tugas kita ini berat sekali pak, jangan main-main. Kalau kita hanya ingin menikmati dan merasa terhormat karena menjadi ASN, itu sudah masa lalu. Masa ini adalah masa kreasi, inovasi, kolaborasi, dan bekerja cepat,” terangnya. (ADV/SUDUR/DIK)