SUMENEP, koranmadura.com – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta Polres setempat serius dan profesional menangani kasus.
Hal itu disampaikan aktivis PMII Cabang Sumenep saat menggelar demonstrasi di depan Mapolres setempat terkait penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik organisasi PMII Sumenep yang dinilai lamban.
Kasus dugaan pencemaran nama baik organisasi PMII Cabang Sumenep itu telah dilaporkan sejak akhir Januari lalu. Namun sejauh ini kader pergerakan di kabupaten palimg timur Pulau Madura merasa belum mendapat kepastian hukum dari pihak Polres.
“Ke datangan kami hari ini ke Mapolres Sumenep untuk menagih tindak lanjut penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik organisasi yang telah kami laporkan,” kata Ketua Umum PC PMII Sumenep Qudsiyanto.
Dia meminta Polres Sumenep serius dan profesional menangani kasus yang dilaporkannya. Supaya tidak sampai timbul kesan ‘percuma lapor polisi’ serta menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum.
“Kami tidak ingin kasus dugaan pencemaran nama baik ini mangkrak tanpa ada kepastian hukum dari Polres Sumenep, dan berlarut-larut seperti kasus-kasus yang lain. Jangan sampai ‘percuma lapor polisi’ terngiang-ngiang di telanga masyarakat luas,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)