PAMEKASAN, koranmadura.com – Puluhan jemaah calon haji (JCH) di wilayah Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengundurkan diri akibat pemberangkatan tidak bersamaan dengan mahramnya dan sebagian terkendala kesehatan.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pamekasan, Mawardi mengatakan awalnya 443 JCH yang bakal berangkat. Namun sekarang, sudah menjadi 414 JCH akibat faktor tersebut.
Menurutnya jumlah tersebut belum final karena masih banyak cadangan JCH yang dimungkin akan masuk setelah banyak yang memilih mengundurkan diri untuk berangkat tahun ini.
“Dan ini bisa jadi berubah. Menunggu nanti tanggal 20 Mei 2022. Jadi, misalnya ada kabupaten lain yang memundurkan diri, ada porsi Pamekasan yang muncul pertama jadi bisa jadi bertambah, bisa jadi berkurang,” jelas Mawardi, Rabu, 11 Mei 2022.
Untuk mengganti para JCH yang mengundurkan diri tersebut, kata Mawardi akan diganti oleh peserta JCH yang ada di bawahnya, sesuai dengan urutan secara otomatis.
“Cadangan itu menjadi porsi provinsi, sehingga bagi (JCH) kabupaten yang mengundurkan diri itu diambil porsi yang pertama secara urutan provinsi, sehingga yang mengundurkan itu kemudian bisa diambil oleh kabupaten lain,” tambahnya.
Sementara itu, untuk calon jemaah haji (CJH) kloter pertama tersebut, direncanakan akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022.
“Siapa saja yang berhak menjadi kloter pertama masih menunggu qur’ah atau hasil undian dari Jawa Timur begitu,” ungkapnya. (SUDUR/DIK)