SUMENEP, koranmadura.com – Sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas kerusakan jalan yang menghubungkan Desa Jangkong dengan Legung Timur di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, warga setempat menanam pohon pisang di jalan yang rusak.
Menurut salah seorang warga yang ikut dalam aksi protes tersebut Ansori, kerusakan jalan penghubung dua desa itu sudah terjadi sekitar dua tahun terakhir. Dari hari ke hari, kerusakannya bahkan semakin parah.
Akibatnya, warga yang melintas di sepanjang jalan yang rusak harus ekstra hari-hati agar tidak sampai terjatuh. Lebih-lebih jika turun hujan atau pada malam hati.
Thaifur mengatajan, kerusakan jalan tersebut sudah disampaikan kepada pihak-pihak terkait. Mulai kepada anggota DPRD hingga Dinas PU Buna Marga (sekarang Dinas PU dan Tata Ruang).
“Bahkan warga di sin juga sempat memperbaiki secara swadaya. Hanya saja sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata dia.
Oleh karena itu, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas kerusakan jalan di sana, warga setempat melakukan aksi tanam pisang.
“Dengan aksi ini kami berharap bisa segera ditindaklanjuti dan jalan ini secapatnya diperbaiki oleh pemerintah. Itu saja harapan kami atas nama warga pengguna jalan,” ucap dia. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)