SAMPANG, koranmadura.com – Komisi III DPRD Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan Taman Trunojoyo, jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar, Rabu, 8 Juni 2022.
Sidak yang dilakukan wakil rakyat itu untuk memastikan pengerjaan pembangunan Taman Trunojoyo yang bernilai belasan miliar rupiah tersebut berjalan sesuai rencana.
Saat tiba di lokasi, rombongan Komisi III sempat dikagetkan dengan sebuah pengerjaan proyek lain yang penganggarannya di luar anggaran Taman Trunojoyo yang dianggarkan dengan pagu anggaran senilai Rp 19 miliar dan leading sektornya melekat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Rombongan Komisi III menemukan pengerjaan lain berupa pengerjaan jalan lingkar Wijaya Kusuma yang letaknya berada di dalam Taman Trunojoyo yang dianggarkan senilai Rp 5,7 miliar melalui Dinas Pengerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR).
“Kami yang tahu hanya proyek Pembangunan RTH alun-alun Trunojoyo punya DLH, yang khusus DPUPR kami tak pernah membahasnya,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Sampang, Abdus Salam, usai sidak di lokasi proyek Taman Trunojoyo.
Selain menemukan pengerjaan di luar penganggaran DLH, pihaknya mengaku juga mendapati temuan yang dianggapnya sebuah kejanggalan, yaitu berupa tidak dipasangnya papan nama pengerjaan serta adanya pembangunan yang sudah mulai retak. Sedangkan untuk progres pengerjaan pembangunan Taman Trunojoyo dikatakannya hingga saat ini masih berjalan 26 persen dan harus terselesaikan 100 persen hingga akhirnya November 2022 mendatang.
“Kami tanyakan tadi yang DLH khusus Pembangunan RTH alun-alun Trunojoyo pengerjaannya masih 26 persen. Kami harap selesai tepat waktu, karena batas akhir pengejaran 1 Desember 2022 mendatang. Mengenai beberapa temuan tadi, kami akan evaluasi dan akan melakukan pemanggilan kepada OPD terkait,” paparnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan DLH Kabupaten Sampang, Imam Irawan menyatakan mulainya pengerjaan Taman Trunojoyo berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) yaitu pada 5 April 2022 lalu dan ditargetkan selesai pada 1 Desember 2022 mendatang.
“Pengerjaan sudah 26 persen. Sedangkan total anggaran untuk Taman ini yaitu senilai kurang lebih Rp 18,9 miliar dan harus selesai hingga 1 Desember 2022 mendatang,” katanya.
Disinggung soal kualitas infrastruktur harus SNI, Imam Irawan menegaskan semua design plan seperti ready mix semuanya harus dilampirkan ISO 1401 dan 9002.
“Dari konsultan perencanaan, umur ekonomisnya atau kekuatan konstruksinya yaitu mencapai 10 tahun,” bebernya. (MUHLIS/DIK)