JAKARTA, Koranmadura.com – Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 hanya akan diikuti oleh tiga poros partai atau gabungan partai politik. Demikian dipaparkan peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Jakarta, Selasa 14 Juni 2022 bersamaan dengan pemaparan hasil survei teranyar mereka.
Ketiga poros itu, kata Ardian Sopa, adalah poros PDI Perjuangan, poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan poros sisa dengan pemain utama Partai Gerindra bersama Partai Nasdem, PKB, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Saat ini masing-masing poros ini sudah memenuhi syarat untuk mengajukan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sesuai yang diatur dalam undang-undang yakni minimal meraih 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara secara nasional pada pemilu sebelumnya.
Poros PDI Perjuanga memiliki 128 (22,6 persen) kursi di DPR , Poros KIB memiliki 148 kursi (25,73 persen), dan poros sisa mendapat 299 kursi (52 persen).
Lebih lanjut Ardian Sopa menjelaskan, masing-masing poros masih ada kemungkinan menambah anggota koalisi. Terutama PDI Perjuangan yang masih sendirian dan poros KIB.
“Baik Poros PDIP ataupun Poros KIB masih bisa menambah partai lain untuk koalisi, sehingga menutup peluang bagi lahirnya pasangan keempat,” kata Ardian Sopa.
Pada bagian lain Ardian Sopa menjelaskan, masing-masing poros itu sudah memiliki kandidat capres. PDI Perjuangan mengandalkan Ketua DPR Puan Maharani, sedangkan KIB menyodorkan Ketua Umum Partai Golkar Airlanggar Hartarto, dan poros sisa mencalonkan kembali Prabowo Subianto.
Adapun cawapres akan diambil dari nama-nama yang elektabilitasnya berada di bawah tujuh persen yang oleh LSI Denny JA dikelompokan ke daftar capres divisi dua. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, Moeldoko, dan Budi Gunawan.
Sementara capres divisi utama adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Puan Maharani, dan Airlangga Hartarto. Dua nama terakhir secara elektabilitas masih rendah tetapi mereka sudah mengantongi tiket untuk maju sebagai capres. (Carol)