SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi meninjau pengolahan beras terpadu atau integrated rice milling unit (RMU) yang dibangun di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sabtu, 4 Juni 2022.
Pantauan di lokasi, bangunan pengolahan beras terpadu tersebut saat ini sudah berdiri kokoh di Desa Bilis-Bilis, dan telah siap untuk dioperasikan.
Mesin tersebut mampu menggiling gabah menjadi beras dua sampai tiga ton per jam, dengan kemampuan operasional delapan jam dalam sehari.
Bupati Achmad Fauzi berharap, keberadaan pengolahan beras terpadu itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan beras premium.
“Karena potensi beras di Pulau Kangean ini cukup besar, yaitu sekitar 50 ribu ton per tahun. RMU ini bisa meng-cover 600 ton gabah per tahun,” kata dia.
Sementara mengenai pengelolaan pengolahan beras terpadu itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto mengatakan pihaknya masih akan konsultasi ke BPK.
“Karena pengelolaan RMU ini nanti rencananya oleh salah satu BUMD, yaitu PD Sumekar. Sekarang belum beroperasi. Karena masih dikonsultasikan kepada BPK,” kata dia. (FATHOL ALIF/DIK)