SUMENEP, koranmadura.com – Naiknya harga cabai secara drastis, baik harga pasar maupun di tingkat petani, dimanfaatkan oleh petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sejumlah petani memilih memanen cabainya lebih awal, meski belum merah, demi mengejar harga jual yang sedang mahal. Seperti yang dilakukan para petani cabai di Kecamatan Bluto.
Menurut petani, dalam beberapa hari terakhir, harga cabai terus merangkak naik. Bahkan harganya sudah mencapai sekitar Rp 100 ribu sekilo.
“Kami memanen cabai yang masih hijau ini mumpung sekarant harga cabai sedang mahal,” ungkap salah seorang petani Rustina.
Di samping itu, lanjutnya, cuaca yang cenderung tak menentu juga menjadi alasan petani panen cabai lebih awal. Sebab ada beberapa jenis cabai memang tidak bisa ditunggu hingga merah.
“Karena mudah terserang penyakit, baik itu rontok atau busuk sebelum memerah,” ungkap ia di sela-sela kegiatannya memetik cabai di lahan.
Menurutnya, sebelum terjadi kenaikan harga, cabai hijau hanya seharga Rp4 ribu sekilo. Sedangkan sekarang naik drastis mencapai Rp 42ribu.
“Sementara untuk harga di pasar bisa mencapai harga Rp 95 hingga Rp 100 ribu lebih perkilonya, kalau yang merah,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)