JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB tetap akan mencalonkan Ketua Umum Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 sesuai amanat Muktamar 2019.
Karena itu, PKB sedang mencari mitra koalisi untuk memuluskan agenda muktar tersebut. Mereka sudah mencoba menjajaki pembentukan koalisi Semut Merah dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun hingga kini koalisi itu belum benar-benar terjadi.
Paling baru, PKB mencoba menjajaki kemungkinan berkoalisi dengan Partai Gerindra yang ditandai dengan pertemuan Muhaimin Iskandar dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, pada Sabtu 18 Juni 2022 lalu.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid di Jakarta Senin 20 Juni 2022 mengungkapkan, semua upaya itu ditempuh untuk menjalankan amanat mukmar 2019. Sebab dia tidak rela keputusan muktamar tidak dieksekusi secara sempurna.
Namun, kata dia, PKB akan tetap realistis karena PKB hanya memiliki 10 persen suara sehingga tidak bisa mengajukan pasangan capres dan calon wakil presiden (cawapres) sendiri. Karena itu, mereka harus membangun koalisi dengan partai-partai politik lain.
Dalam koalisi ini akan ada kompromi-kompromi. Dan, dalam komunikasi dengan mitra koalisi, PKB tetap mengusung Muhaimin Iskandar sebagai capres. Namun pada saatnya akan menemui titik kompromi.
“Mana yang menerima, itu yang lebih mudah komunikasi. Nah tetapi karena kompromi ya kita buka opsi-opsi, termasuk dengan Gerindra. Mandat muktamarnya kan begitu mandat dari jajaran PKB kan capres, Kalau seandainya menerima wapres itu hasil kompromi itu, hasil pembicaraan,” ucap Jazilul Fawaid yang juga Wakil Ketua MPR itu. (Carol)