Oleh : MH. Said Abdullah
Kunjungan Presiden Jokowi ke dua negara yang sedang berperang, sungguh mengejutkan masyarakat Indonesia dan dunia. Terlihat jelas keberanian Presiden Jokowi saat mengungjungi dua negara yang praktis masih jauh dari aman karena perang belum berhenti. Dentuman senjata setiap saat menggelegar mengancam nyawa siapapun. Benar-benar keberanian sangat luar biasa.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sempat membuat ketar ketir petugas keamanan saat berkunjung ke Papua. Presiden Jokowi, berani mengendarai sepeda motor, yang praktis tanpa pengamanan optimal sementara ancaman OPM masih berkeliaran.
Apa itikad dan niat Presiden Jokowi mengunjungi dua negara yang sedang berperang itu? Sudah menjadi rahasia umum, Presiden Jokowi ingin berusaha keras menghentikan kecamuk perang Rusia melawan Ukraina. Ini diperlihatkan pertama ketika Presiden Jokowi memutuskan mengundang dua negara yang sedang bebertikai untukuk hadir dalam Konferensi G20 di Bali. Sekalipun beberapa negara sempat mengecam keputusan itu -mengundang Rusia- namun Presiden Jokowi tetap pada keputusannya. Tujuannya? Mewujudkan perdamaian. Perang dua negara agar segera berakahir dan diupayakan mencari win-win solution.
Konsepsi visi dan misi Jokowi jelas berpijak pada prinsip dasar Indonesia, yang tercamtum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dalam alinea keempat “dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Artinya, apa yang menjadi langkah Presiden Jokowi merupakan amanah eksplisit UUD 1945.
Siapapun, yang menjadi pemimpin, pejabat, dari jabatan presiden sampai paling strata akhir serta seluruh rakyat Indonesia mengacu pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat itu berkewajiban mewujudkan perdamaian abadi. Dengan demikian langkah-langkah berupaya mendamaikan dua negara yang sedang berperang merupakan wujud pelaksanaan salah satu ruh utama UUD 1945.
Dengan tetap perlu mengingatkan agar waspada menyangkut keselamatan, mengingat situasi yang masih sangat gawat, upayakan mewujudkan perdamaian yang luar biasa berani itu patut diapresiasi. Indonesia akan makin dikenal dunia internasional sebagai negara yang cinta damai, tidak hanya sekedar simbolik dan normatif, tetapi juga dalam bentuk kongkrit.
Secara riil upaya perdamaian jika terwujud akan memberikan nilai lebih pada perbaikan tatanan hubungan antar negara yang sangat terganggu terutama terkait bidang ekonomi. Bagaimanapun hampir seluruh dunia terdampak perang Rusia-Ukraina. Kenaikan harga minyak, terhambatnya berbagai pasokan kebutuhan beberapa negara, yang terhenti akibat perang, dirasakan langsung oleh masyarakat dunia. Kenaikan harga CPO misalnya, akibat pasokan minyak bunga matahari terhenti dari dua negara yang berperang, berdampak pada kenaikan harga minyak goreng, seperti terjadi di negeri ini dan berbagai negara lainnya.
Upaya mendamaikan Rusia-Ukraina, jika berhasil akan berdampak luar biasa pada tatanan hubungan antar negara dalam seluruh bidang menyangkut kebutuhan masyarakat manapun yang terkait langsung atau tidak langsung dengan dua negara yang berperang. Perang jelas seperti menambah luka masyarakat di seluruh dunia pasca pandemi Covid-19. Di sinilah terasa walau berisiko tinggi, betapa sangat strategis upaya mewujudkan perdamaian dari Presiden Jokowi.
Masyarakat Indonesia perlu memberikan dukungan agar berhasil serta tak lupa selalu memanjatkan doa untuk keselamatan Presiden Jokowi. Insya Allah, besar manfaatnya bagi Indonesia dan masyarakat dunia lainnya.