JAKARTA – Masuknya nama Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, sebagai salah satu calon presiden (capres) yang diusung Partai Nasdem menimbulkan pro dan kontra.
Meski tidak masuk dalam tiga besar nama-nama yang diusulkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem, Ketua Umum Partai Nasdem Suya Paloh akhirnya lebih memilih Andika Perkasa sebagai salah satu capres dibanding Menteri BUMN, Erick Thohir.
Padahal, Erick Thohir masuk dalam tiga besar capres yang paling banyak diusulkan DPW Partai Nasdem. Urutan pertama ditempati Anies Baswedan yang diusulkan 32 DPW, diikuti Ganjar Pranowo yang diusulkan 29 DPW, dan Erick Thohir yang direkomendasikan 16 DPW.
Namun saat diumumkan Surya Paloh, nama Erick Thohir justru dicoret dan digantikan oleh Jenderal TNI Andika Perkasa yang akan pensiun pada Desember 2022 ini. Andika Perkasa lahir pada 21 Desember 1964. Sekarang sudah berusia 57 tahun.
“Terkait dengan Andika Perkasa variabel yang lebih kualitatif. Bagaimana komitmen menjaga negara, bangsa, bagaimana komitmen menjaga stabilitas dan kemudian keseimbangan antara representasi sipil dan militer,” kata Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, Jumat 17 Juni 2022.
Keputusan Partai Nasdem memasukkan nama Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai salah satu capres dikritik oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief. Menurut dia, jenderal aktif sebaiknya tidak diusulkan sebagai capres.
“Sebaiknya jenderal aktif jangan dilibatkan dalam politik elektoral, kecuali pensiun seperti para jenderal lain yang sudah menempuh jalan sipil,” kata Andi Arief di Jakarta Sabtu 18 Juni 2022.
Namun politisi Partai Nasdem Ahmad Sahroni, secara terpisah Sabtu 18 Juni 2022, membela keputusan partainya. Menurut dia, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tidak salah memasukkan nama Andika Perkasa sebagai salah satu capres mereka. Apalagi, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa hanya salah satu dari tiga calon yang diusung.
“Pencalonan dari ketua umum kepada 3 nama, termasuk di dalamnya Jenderal Andika tadi malam itu sah-sah saja sekalipun yang bersangkutan masih aktif sebagai TNI, beliau putra bangsa kok. Dan tiga nama tersebut bukan mutlak jadi capres, kan kursi presiden hanya satu, ini nama-nama terbaik dari yang terbaik, yang diusulkan oleh ketua umum kami,” ucapnya. (Carol)