SUMENEP, koranmadura.com – Sudah tiga minggu (pasaran), pasar sapi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sepi pembeli akibat maraknya penyakit mulut dan kaki (PMK) pada hewan ternak. Akibatnya pedagang pun merugi.
Salah seorang pedagang sapi di Sumenep mengungkapkan, di waktu belum marak PMK dirinya bisa menjual empat sampai lima ekor sapi tiap kali pasaran.
Namun belakangan, menurut dia, untuk menjual satu ekor sapi saja sangat susah. “Kadang tidak laku. Kalau soal rugi, sudah jutaan,” kata pedagang bernama Muksid itu.
Sememtara mengenai harga, menurutnya tetap. “Kalau harga sapi tetap, tapi tidak ada pembelinya,” tambah pedagang asal Kecamatan Ganding itu.
Sekadar diketahui, sudah tiga pasaran pasar sapi yang berlokasi di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, sepi pembeli.
Jumlah sapi yang diperjual-belikan di pasar yang buka tiap Kamis itu juga berkurang sangat drastis. Sebelum ada wabah PMK, setiap kali pasaran sapi yang masuk pasar ini rata-rata mencapai 400 ekor sapi. Namun belakangan maksimal hanya 50 ekor. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)