JAKARTA, Koranmadura.com – Pemilih Joko Widodo pada Pilpres 2019 mulai bergeser ke Prabowo Subianto. Pergeseran itu terjadi secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Fakta itu terekam dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sebagaimana disampaikan dalam rilis pada Sabtu 4 Juni 2022 di Jakarta.
Disebutkan, sebelumnya tren pemilih Jokowi cukup besar ke Ganjar Pranowo. Namun belakangan beralih. Tercatat, tren pemilih Jokowi ke Prabowo naik empat persen, sedangkan tren pemilih Jokowi ke Ganjar Pranowo turun empat persen.
“Jadi trennya, Ganjar selalu unggul. Kedua Prabowo, sementara Anies cenderung statis. Sekarang peperangan terjadi antara Prabowo dengan Ganjar. Antara Desember-Maret, Prabowo naik 4 persen dan Ganjar turun 4 persen,” kata pendiri SMRC, Saiful Mujani.
Dalam survei beberapa lembaga, elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami kenaikan dan melewati Prabowo Subianto sejak Maret 2022 lalu. Seiring dengan itu, selama setahun terakhir SMRC menemukan bahwa pemilih Jokowi pada 2019 cenderung memilih Ganjar Pranowo.
Sejak Mei 2021 hingga Maret 2022, dalam empat kali survei, Ganjar Pranowo meraup suara paling banyak dari pemilih Jokowi, naik dari 32,8 persen pada Mei 2021 menjadi 40,6 persen pada Desember 2021. Namun pada Maret 2022, angka itu turun ke posisi 36,4 persen.
“Sementara Prabowo, meraih 24,6 persen di Mei 2021, turun ke 22,4 di Desember 2021, dan naik lagi menjadi 26,3 persen di Maret 2022. Dan Anies Baswedan sendiri meraih 23,8 di Mei 2021, dan 20,8 persen di Maret 2022,” jelas Saiful Mujani lagi. (Carol)