SUMENEP, koranmadura.com – Persoalan sampah menjadi salah satu masalah serius di Kepulauan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Padatnya penduduk dan minimnya lahan tempat pembuangan akhir (TPA) membuat sampah menggunung di bibir pantai.
Seperti diketahui, Pulau Sapeken merupakan salah satu pulau berpenghuni di Kabupaten Sumenep dengan jumlah penduduknya yang sangat padat. Sehingga mengakibatkan produksi sampah di pulau tersebut melimpah.
Minimnya lahan kosong untuk tempat pembuangan membuat sampah menggunung di bibir pantai yang notabene dengan kawasan pemukiman penduduk. Termasuk dengan pendopo kecamatan setempat.
Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar. Setiap hari, ada sekitar setengah ton sampah rumah tangga yang dibuang di bibir pantai tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep akan membangun pengolahan sampah menjadi briket. Sehingga briket itu bisa digunakan sebagai bahan bakar masyarakat, tentunya dengan kompor briket.
“Rencana kami, sampah di sana itu akan dijadikan briket. Sehingga briket ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif oleh masyarakat,” kata Kepala DLH Sumenep Arif Susanto.
Menurut dia, menjadikan sempah sebagai briket itu sementara merupakan solusi paling efektif untuk mengurangi tumpuhan sampah di Pulau/Kecamatan Sapeken.
“Karena kalau dipilah untuk kemudian dijual yang bisa dijual, itu kurang memungkinkan. Karena biaya untuk membawa sampah di sana ke daratan itu juga besar. Sehingga kemungkinan tidak akan sebanding dengan hasil penjualannya,” tambah Arif. FATHOL ALIF/ROS/VEM